Sumpah Pemuda 1928: Sejarah, Makna, dan Relevansinya bagi Generasi Muda di Era Digital

- Pewarta

Senin, 27 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kongres Pemuda II, Lahirnya Sumpah Pemuda | Wawasannews

Kongres Pemuda II, Lahirnya Sumpah Pemuda | Wawasannews

Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati salah satu momentum paling bersejarah dalam perjalanan menuju kemerdekaan, yakni Sumpah Pemuda. Ikrar ini pertama kali diucapkan pada Kongres Pemuda II di Jakarta tahun 1928, yang menjadi titik balik kesadaran nasional dan semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Kongres Pemuda II dilaksanakan dalam tiga sesi rapat yang digelar di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (Lapangan Banteng), Gedung Oost Java Bioscoop (Jalan Medan Merdeka Utara), dan Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106 — kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Kongres dipimpin oleh Soegondo Djojopoespito (PPPI), dengan R.M. Joko Marsaid (Jong Java) sebagai wakil, dan Muhammad Yamin (Jong Sumatranen Bond) sebagai sekretaris. Tokoh-tokoh lain seperti Amir Sjarifuddin, Sutan Sjahrir, dan W.R. Supratman turut berperan besar dalam mewujudkan kesepakatan bersejarah tersebut.

Baca Juga  Makna Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Peran K.H. Hasyim Asy’ari, dan Refleksi Bagi Generasi Muda

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kongres tersebut, para pemuda dari berbagai organisasi — Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi, dan Pemuda Indonesia — sepakat mengucapkan tiga ikrar penting yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda:

“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.”

Makna dan Relevansi Sumpah Pemuda 2025

Tema peringatan Sumpah Pemuda 2025 menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan zaman modern. Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tetap relevan — terutama untuk memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda.

Baca Juga  Mengungkap Pesona Indonesia Lewat Perjalanan Offroad

Kini, pemuda dihadapkan pada tantangan baru seperti disinformasi digital, polarisasi sosial, hingga tantangan ekonomi dan lingkungan. Semangat Sumpah Pemuda menjadi panduan agar generasi sekarang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman dan berperan aktif membangun bangsa melalui inovasi, kreativitas, serta kolaborasi lintas bidang.

Rangkaian Acara Peringatan Sumpah Pemuda 2025

Berbagai kegiatan digelar di sejumlah daerah untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini.
Di antaranya seminar nasional, lokakarya kepemudaan, festival seni budaya, lomba konten digital, hingga aksi sosial seperti bakti lingkungan dan kampanye literasi kebangsaan.

Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang refleksi sejarah, tetapi juga wadah bagi pemuda untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring, dan menumbuhkan semangat solidaritas nasional.

Baca Juga  Google Slides vs PowerPoint: Pilihan Terbaik untuk Presentasi Online

Menggelorakan Semangat Kebangsaan di Era Digital

Era digital memberikan ruang luas bagi pemuda untuk mengekspresikan nasionalisme melalui berbagai cara.
Lewat media sosial, mereka dapat menyebarkan nilai persatuan, membuat konten edukatif sejarah, hingga menginspirasi gerakan sosial positif.

Selain itu, kolaborasi lintas generasi — antara pemuda, pendidik, dan tokoh masyarakat — menjadi kunci penting agar semangat kebangsaan terus hidup dan berkembang. Seperti pesan yang diwariskan dari Kongres 1928, persatuan bukanlah slogan, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan Indonesia.

Penulis : Kurniawan M
Editor : Redaksi Wawasannews

Berita Terkait

ASN Satpol PP Kendal Meninggal di Tambak, Polisi Sebut Ada Riwayat Penyakit Jantung
Mengenal Pagar Nusa, Organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang Berdiri Sejak 1986
Arif Setiawan Angkat Kembali Kisah Panji Witono Lewat Buku “Jejak Panji Witono Welang”
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Ikuti Pemancangan Bambu Runcing di Makam Pejuang Boja
Makna Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Peran K.H. Hasyim Asy’ari, dan Refleksi Bagi Generasi Muda
Semangat “Merdeka atau Mati” di Hari Pahlawan: Kisah Heroik dari Pertempuran Surabaya
Pentas Seni Meriahkan HUT RI di Pageruyung, Masyarakat Antusias Tonton hingga Malam
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:01

ASN Satpol PP Kendal Meninggal di Tambak, Polisi Sebut Ada Riwayat Penyakit Jantung

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:20

Mengenal Pagar Nusa, Organisasi Pencak Silat Nahdlatul Ulama yang Berdiri Sejak 1986

Rabu, 19 November 2025 - 08:49

Arif Setiawan Angkat Kembali Kisah Panji Witono Lewat Buku “Jejak Panji Witono Welang”

Senin, 10 November 2025 - 17:20

Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq Ikuti Pemancangan Bambu Runcing di Makam Pejuang Boja

Senin, 10 November 2025 - 09:03

Makna Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Peran K.H. Hasyim Asy’ari, dan Refleksi Bagi Generasi Muda

Berita Terbaru