Rob Terjang Pesisir Kendal, Harga Ikan di TPI Bandengan Justru Turun

- Pewarta

Selasa, 12 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan, Kabupaten Kendal, menimbang hasil tangkapan nelayan yang dijual dalam kondisi segar, Senin (11/5/2026). (Istimewa/Wawasannews).

Pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan, Kabupaten Kendal, menimbang hasil tangkapan nelayan yang dijual dalam kondisi segar, Senin (11/5/2026). (Istimewa/Wawasannews).

KENDAL, Wawasannews.com – Banjir rob kembali merendam kawasan pesisir Kabupaten Kendal dalam beberapa hari terakhir. Namun di tengah genangan air laut yang mengganggu akses warga dan aktivitas perdagangan, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bandengan justru mengalami penurunan.

Sejak pagi, aktivitas jual beli di TPI Bandengan masih berlangsung seperti biasa. Pedagang tetap membuka lapak meski akses menuju lokasi dipenuhi lumpur akibat genangan rob.

Salah satu pedagang ikan, Musyaroh, tampak sibuk menata dagangannya berupa ikan cakalang, layur, terinasi, cumi hingga udang di lapaknya, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, rob sudah menjadi kondisi yang cukup sering terjadi di wilayah pesisir Bandengan.

“Kalau rob sini sudah langganan, ini sejak beberapa hari lalu sudah mulai tapi tidak begitu tinggi,” kata Musyaroh.

Ia menjelaskan, rob biasanya mulai masuk ke permukiman warga selepas waktu ashar dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter dan baru surut pada malam hari.

Meski rob menggenangi jalan dan meninggalkan lumpur di sekitar kawasan TPI, Musyaroh menyebut kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi hasil tangkapan nelayan.

Justru saat ini pasokan ikan dinilai cukup melimpah, sehingga berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas.

Harga ikan terinasi yang biasanya dijual Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Sementara ikan cakalang dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram, ikan talas Rp25 ribu, cumi ukuran besar Rp35 ribu, dan udang Rp80 ribu per kilogram.

“Ya karena tangkapan ikan banyak jadi harga turun. Segar-segar ini ikannya langsung dari nelayan,” ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kendal, Triyono, juga membenarkan bahwa rob belum berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan.

Menurutnya, nelayan tetap dapat melaut pada pagi hingga siang hari karena rob umumnya terjadi pada sore hari.

“Rob terjadi sore, nah untuk pagi sampai siang kan nelayan tetap melaut,” katanya.

Ia menyebut hasil tangkapan nelayan saat ini cukup baik sehingga pasokan ikan aman dan melimpah.

“Untuk aktivitas nelayan aman, dan tangkapannya cukup bagus dan melimpah. Jadi makanya harga ikan turun,” tambahnya.

Meski demikian, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan rob tetap memberikan dampak terhadap aktivitas perikanan, khususnya pada mobilitas kapal nelayan keluar masuk muara.

Menurutnya, kondisi rob disertai gelombang yang lebih tinggi dapat menurunkan hasil tangkapan nelayan sekitar 5 hingga 10 persen.

“Rob itu ombak lebih besar dan tinggi sehingga mengganggu kapal nelayan keluar masuk muara. Otomatis ada pengaruh penurunan hasil tangkapan nelayan,” jelas Hudi.

Selain rob, DKP Kendal juga mewanti-wanti ancaman El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga akhir tahun.

Fenomena tersebut dinilai berpotensi meningkatkan suhu permukaan laut dan memengaruhi pola migrasi ikan ke perairan yang lebih dingin.

“Ikan tentu akan mencari tempat yang lebih dingin ke tengah laut. Hal ini tentu akan berdampak pada hasil tangkapan, belum lagi dampak BBM lebih boros,” tuturnya.

DKP Kendal mengimbau nelayan tetap mengutamakan keselamatan saat melaut dan mewaspadai perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa bulan ke depan.

Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026
Celurit 2 Meter dan Corbek 1,5 Meter Disita, Polisi Gagalkan Tawuran Remaja di Kendal
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:56

Kendal Jadi Kabupaten Terbaik Nasional, Ini Faktor yang Dinilai Bappenas

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 15:29

Pembudidaya Ikan Kendal Butuh Dukungan Pengairan, DPRD Buka Ruang Aspirasi

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 12:10

Fraksi PKB DPRD Jateng Soroti Sektor Pertanian dan Koreksi Pendapatan Asli Daerah dalam Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru

Secret Link