Kemenag Gencarkan Sosialisasi MoRA The Air Fund di UIN Kediri

- Pewarta

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori menjelaskan, program tersebut menjadi peluang besar bagi para dosen di lingkungan UIN, IAIN, STAIN, PTKIS, hingga Ma’had Aly untuk meningkatkan produktivitas riset.

Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori menjelaskan, program tersebut menjadi peluang besar bagi para dosen di lingkungan UIN, IAIN, STAIN, PTKIS, hingga Ma’had Aly untuk meningkatkan produktivitas riset.

KEDIRI, Wawasannews – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal terus menggencarkan sosialisasi program MoRA The Air Fund atau Riset Indonesia Bangkit. Kali ini, kegiatan digelar di UIN Syaikh Wasil Kediri, Kamis (9/10/2025).

Program MoRA The Air Fund merupakan hasil kolaborasi antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Dana ini bersumber dari Dana Abadi Riset (DAR) yang disiapkan untuk mendukung riset para dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).

Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori menjelaskan, program tersebut menjadi peluang besar bagi para dosen di lingkungan UIN, IAIN, STAIN, PTKIS, hingga Ma’had Aly untuk meningkatkan produktivitas riset.

Baca Juga  Ngabuburit Berkah, Polres Kendal Bagikan Takjil untuk Pengendara dan Pejalan Kaki

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap para dosen bisa memanfaatkan anggaran MoRA The Air Fund ini dengan maksimal. Banyak potensi riset yang bisa dikembangkan, asal disiapkan dengan baik dan memenuhi standar akademik,” ujarnya di hadapan civitas akademika UIN Kediri.

Ruchman memaparkan, empat fokus utama riset yang didanai program ini mencakup bidang sosial-humaniora, ekonomi-lingkungan, kebijakan agama-keagamaan, serta sains dan teknofogi. Untuk tiga bidang pertama, Kemenag menyiapkan anggaran maksimal Rp500 juta per proposal, sedangkan untuk bidang sains dan teknologi hingga Rp2 miliar.

Sejak 2024, LPDP telah mempercayakan Rp50 miliar per tahun kepada Kemenag untuk program riset nasional ini, dan jumlah yang sama juga sudah dialokasikan untuk 2026.

Baca Juga  Lima Korban Longsor Situkung Ditemukan, Tim Opsar Hadapi Medan Berair dan Labil

Dalam paparannya, Ruchman menyoroti beberapa kendala yang masih dihadapi dunia penelitian, seperti keterbatasan dana, lemahnya infrastruktur, dan kurangnya SDM pengelola riset.

“Dosen perlu meningkatkan kecakapan dalam melakukan penelitian, termasuk bagaimana menyusun laporan secara profesional,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan persyaratan bagi dosen PTK dan FAI yang ingin mengikuti program ini, antara lain harus WNI, berasal dari perguruan tinggi binaan Kemenag, memiliki gelar doktor (S3) dengan jabatan minimal lektor, serta memiliki Sinta Score Overall minimal 100.
Sedangkan bagi dosen Ma’had Aly, kualifikasi minimal adalah S2, disertai SK pengangkatan dan rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly.

Rektor UIN Syaikh Wasil Kediri, Prof. Dr. Wahidul Anam, M.Ag, menyambut baik kegiatan ini.

Baca Juga  Presiden Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah se-Papua, Perkuat Arah Percepatan Pembangunan

“Kami berharap dosen-dosen UIN Kediri bisa berkompetisi dalam program MoRA The Air Fund. Ini kesempatan besar untuk menghasilkan riset yang inovatif dan berdampak luas,” katanya.

Adapun pendaftaran program riset kolaboratif LPDP–Kemenag akan dibuka mulai 13 Oktober 2025, dan pengajuan proposal dapat dilakukan melalui aplikasi pada 23 Oktober 2025 lewat laman resmi eRISPRO Kemenkeu.

Selain Ruchman Basori, hadir pula Hendro Dwi Antoro dari Tim Kerja Kerjasama Kelembagaan, Riset, dan Investasi Pendidikan yang memaparkan teknis pendaftaran. Turut hadir Ketua Senat UIN Kediri Prof. Dr. Nur Ahid, para wakil rektor, dekan, ketua jurusan, serta dosen di lingkungan kampus. (Maria Ulfah / Wawasannews)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa
Sat Binmas Polres Kendal Perkuat Kedisiplinan Siswa lewat Pembinaan Karakter di SMK Bina Utama
SNBP 2026 Segera Dibuka, Berikut Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB
Santri Camp Madrasah Budaya Pungkuran Perkuat Karakter dan Kemandirian Santri Laju
Pelantikan Pengurus Permadani Diksi KIPK Nasional di Unwahas Bakal Dihadiri Tokoh Nasional
Libur Sekolah, Perpustakaan Kendal Jadi Magnet Wisata Edukasi
Keceriaan Santri Nur Syahad di Wisata Air Kali Kesek Limbangan Menjelang Liburan Akhir Tahun 2025

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:27

PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:16

Sat Binmas Polres Kendal Perkuat Kedisiplinan Siswa lewat Pembinaan Karakter di SMK Bina Utama

Senin, 5 Januari 2026 - 15:23

SNBP 2026 Segera Dibuka, Berikut Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:55

Santri Camp Madrasah Budaya Pungkuran Perkuat Karakter dan Kemandirian Santri Laju

Berita Terbaru