Durasi Belajar Hanya 5 Jam, Sistem Pendidikan Finlandia Tetap Jadi yang Terbaik di Dunia

- Pewarta

Sabtu, 1 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi by Chat GPT

ilustrasi by Chat GPT

Wawasannews – Di tengah maraknya perdebatan soal efektivitas sistem pendidikan di berbagai negara, Finlandia justru menempuh jalan yang berbeda. Dengan jam belajar yang lebih singkat, jeda istirahat rutin setiap 45 menit selama 15 menit, serta tekanan akademik yang rendah, negeri di utara Eropa itu sukses menempati posisi teratas dalam penilaian global seperti PISA (Programme for International Student Assessment) yang digagas OECD.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (31/10/2025), keberhasilan Finlandia bukanlah hasil dari memaksa siswa belajar lebih keras, melainkan karena sistemnya menekankan kualitas pembelajaran, kesejahteraan emosional, dan kepercayaan terhadap guru.

Durasi Singkat tapi Efektif

Sekolah di Finlandia umumnya dimulai pukul 08.30 pagi hingga 13.00 siang untuk tingkat dasar. Tidak banyak pekerjaan rumah, dan setiap jam pelajaran diselingi istirahat 15 menit agar anak-anak bisa bermain, bergerak, dan menyegarkan pikiran.
Menurut BBC Future, pendekatan ini terbukti menjaga fokus, motivasi, dan keseimbangan mental siswa. Anak-anak Finlandia juga baru mulai bersekolah secara formal pada usia 7 tahun, memberi waktu lebih panjang untuk tumbuh secara sosial dan emosional sebelum menghadapi tekanan akademik.

Baca Juga  PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus pada Kesejahteraan dan Kepercayaan

Berbeda dengan banyak negara lain yang menilai keberhasilan lewat ujian dan ranking, sekolah di Finlandia menilai siswa berdasarkan pembelajaran mendalam, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab pribadi.
Konsep ini dikenal dengan trust-based learning, di mana guru diberi kebebasan penuh untuk merancang metode mengajar sesuai kebutuhan siswa tanpa intervensi birokratis.

Dilansir dari Smithsonian Magazine, seluruh guru di Finlandia diwajibkan memiliki gelar magister pendidikan. Profesi guru pun menjadi salah satu yang paling dihormati. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi juga mentor dan pembimbing karakter.

Minim PR dan Tanpa Ujian Standar Nasional

Finlandia juga dikenal dengan kebijakan minim pekerjaan rumah (PR) dan tanpa ujian nasional yang menekan siswa. Satu-satunya ujian besar adalah Matriculation Examination pada usia 16 tahun sebelum masuk pendidikan tinggi.
Menurut OECD Education at a Glance Report 2024, pendekatan ini menumbuhkan motivasi belajar intrinsik, di mana siswa belajar karena ingin tahu, bukan karena takut gagal. Guru pun bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan individual tiap siswa daripada sekadar mengejar target kurikulum.

Baca Juga  Kemenag Gencarkan Sosialisasi MoRA The Air Fund di UIN Kediri

Hasilnya: Tetap di Puncak Dunia

Meski jam belajarnya pendek, Finlandia secara konsisten berada di 10 besar dunia dalam literasi membaca, sains, dan matematika berdasarkan survei OECD PISA 2022.
Negara ini membuktikan bahwa “belajar lebih singkat tidak berarti belajar lebih sedikit.” Bahkan, menurut BBC Future, siswa Finlandia tumbuh lebih bahagia, sehat secara mental, dan siap menghadapi kehidupan setelah sekolah berkat keseimbangan antara pendidikan akademik dan kesejahteraan emosional. ( fuad)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa
Sat Binmas Polres Kendal Perkuat Kedisiplinan Siswa lewat Pembinaan Karakter di SMK Bina Utama
SNBP 2026 Segera Dibuka, Berikut Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB
Santri Camp Madrasah Budaya Pungkuran Perkuat Karakter dan Kemandirian Santri Laju
Pelantikan Pengurus Permadani Diksi KIPK Nasional di Unwahas Bakal Dihadiri Tokoh Nasional
Libur Sekolah, Perpustakaan Kendal Jadi Magnet Wisata Edukasi
Keceriaan Santri Nur Syahad di Wisata Air Kali Kesek Limbangan Menjelang Liburan Akhir Tahun 2025

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:27

PDKN Dilantik di Unwahas Semarang, Fokus Kaderisasi dan Program Bina Desa

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:16

Sat Binmas Polres Kendal Perkuat Kedisiplinan Siswa lewat Pembinaan Karakter di SMK Bina Utama

Senin, 5 Januari 2026 - 15:23

SNBP 2026 Segera Dibuka, Berikut Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:55

Santri Camp Madrasah Budaya Pungkuran Perkuat Karakter dan Kemandirian Santri Laju

Berita Terbaru