Pratikno Ingatkan Lonjakan Bencana Hidrometeorologi Jadi Alarm Nasional

- Pewarta

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Pratikno memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu (22/11/2025), menyoroti lonjakan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Pemerintah mendorong mitigasi lintas sektor melalui gerakan penanaman pohon dan pemulihan daerah aliran sungai. (Istimewa/Wawasannews)

Menko PMK Pratikno memberikan keterangan pers di Jakarta, Sabtu (22/11/2025), menyoroti lonjakan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah. Pemerintah mendorong mitigasi lintas sektor melalui gerakan penanaman pohon dan pemulihan daerah aliran sungai. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, WawasanNews –  Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyoroti meningkatnya bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut kondisi ini sebagai alarm kewaspadaan nasional yang harus segera direspons lintas sektor.
“Kejadian banjir dan tanah longsor telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat,” kata Pratikno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Pratikno mencontohkan banjir di Bekasi dan Banjarnegara yang menunjukkan beratnya dampak sosial akibat curah hujan ekstrem dan kerusakan lingkungan. Ia menyebut, deforestasi yang masih marak serta banyaknya tanaman tanpa akar kuat turut memperparah risiko longsor.

Menurutnya, lebih dari 3,5 juta jiwa berpotensi terdampak banjir jika pengelolaan lingkungan di DAS Ciliwung dan kawasan hulu lainnya tidak segera dibenahi.
“Jika pengelolaan lingkungan di hulu tidak dibenahi, kawasan DAS Ciliwung akan semakin rentan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyoroti sedimentasi waduk dan kerusakan sungai akibat mismanajemen lingkungan yang berimbas pada ketahanan ekologis daerah. Karena itu, mitigasi bencana tidak dapat dilakukan secara sektoral.
“Kekuatan ekologis Indonesia adalah kekayaan hayati dan vegetasi. Itu harus dikelola secara berkelanjutan untuk melindungi masyarakat,” ujarnya.

Pratikno mengajak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan penanaman pohon sebagai bentuk mitigasi bencana.
“Keunggulan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai bagian dari mitigasi bencana,” katanya.

Sebagai langkah nyata, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan penanaman vegetasi serentak di empat provinsi. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan, ribuan bibit ditanam di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Bibit yang kami tanam bukan hanya untuk memulihkan lingkungan, tapi agar dampaknya nyata bagi mitigasi bencana,” kata Suharyanto. (ucl)

Berita Terkait

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025
DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD
Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang
Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana
Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi
Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra
Jelang Pemilu 2029, Puan Minta Media Jaga Ruang Publik Tetap Sehat dan Objektif
Menlu Sugiono Apresiasi Dukungan Negara Sahabat untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
Berita ini 6.970 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Desember 2025 - 13:45

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:40

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:22

Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:42

Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:07

Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

Berita Terbaru

Petugas Satlantas Polres Kendal saat mengatur arus lalu-lintas di depan Masjid Mujahidin Kendal (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Angka Kecelakaan Turun Saat Operasi Zebra Candi 2025

Senin, 8 Des 2025 - 13:45