KOTA MALANG, Wawasannews.com – Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal sukses menuntaskan pelaksanaan Language and Academic Preparation Program (LAPP) bagi calon penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) tujuan luar negeri. Program pembekalan ini diikuti 75 peserta yang diproyeksikan melanjutkan studi magister dan doktoral ke berbagai negara.
LAPP digelar selama dua bulan dan dilaksanakan di lima Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai perguruan tinggi penyelenggara. Program ini difokuskan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, kesiapan akademik, serta pemahaman kultur dan tradisi akademik internasional bagi para calon awardee.
Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa LAPP menjadi tahapan penting sebelum peserta diberangkatkan ke kampus tujuan. Menurutnya, program ini dirancang agar peserta mampu memenuhi standar bahasa yang dipersyaratkan perguruan tinggi luar negeri sekaligus siap beradaptasi dengan lingkungan akademik global.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui LAPP, calon awardee dipersiapkan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi bahasa, tetapi juga kesiapan akademik dan budaya belajar di luar negeri,” ujar Ruchman saat penutupan kegiatan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ia menambahkan, pada tahun 2025 Puspenma merekrut 1.029 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit yang tersebar di perguruan tinggi dalam dan luar negeri, mulai jenjang sarjana hingga doktor. Khusus LAPP, program ini diperuntukkan bagi penerima beasiswa magister dan doktoral luar negeri dengan tujuan studi seperti Australia, Inggris, Amerika Serikat, Belanda, Jerman, dan sejumlah negara lainnya.
Kepada para peserta, Ruchman berpesan agar kesempatan dua bulan pembekalan dimanfaatkan secara maksimal. Meski waktunya relatif singkat, ia berharap LAPP menjadi ajang pembentukan mental, kemampuan bahasa, serta pemahaman tradisi akademik internasional. Ia juga menekankan pentingnya percepatan perolehan Letter of Acceptance (LOA) dari kampus tujuan agar proses keberangkatan tidak terkendala.
Bagi calon awardee yang telah mengantongi LOA, perkuliahan dijadwalkan mulai pada Januari 2026. Sementara peserta yang masih dalam proses pencarian LOA diberikan waktu hingga akhir Desember 2026.
LAPP dilaksanakan sejak 12 November hingga 12 Desember 2025 di lima perguruan tinggi penyelenggara, yakni UIN Alauddin Makassar, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan secara luring di UIN Malang, sementara 60 peserta lainnya mengikuti secara relay dari empat PTP lainnya.
Wakil Rektor I UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Basri, menekankan bahwa kesiapan budaya dan etika akademik sama pentingnya dengan kemampuan bahasa. Ia mengingatkan peserta agar memahami tata krama pergaulan akademik di negara tujuan, termasuk cara berkomunikasi dengan dosen.
“Kultur akademik di luar negeri memiliki etika tersendiri, termasuk dalam menyapa dan berinteraksi dengan profesor. Ini perlu dipahami sejak awal,” kata Basri.
Basri juga menyampaikan apresiasi kepada Puspenma Kemenag atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Malang dan empat PTKIN lainnya sebagai penyelenggara. Ia memastikan pihak kampus memberikan pembinaan serius dengan melibatkan tutor dan narasumber berpengalaman internasional.
Penutupan LAPP turut dihadiri sejumlah pimpinan PTKIN, di antaranya Rektor UIN Walisongo Semarang Nizar Ali, Rektor UIN Bandung Rosikhon Anwar, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Akh. Muzakki, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhanis, serta jajaran pimpinan dan kepala pusat bahasa dari lima perguruan tinggi penyelenggara. (Maria Ulfah/Red)








