Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

- Pewarta

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) menerima cinderamata saat peresmian Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) menerima cinderamata saat peresmian Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 Polda dan 22 Polres di seluruh Indonesia. Peresmian ini menjadi langkah strategis Polri dalam memperkuat layanan perlindungan bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.

Kapolri mengatakan, pembentukan Direktorat PPA-PPO di daerah bertujuan untuk mengoptimalkan perlindungan terhadap korban, khususnya korban kekerasan dan perdagangan orang yang selama ini masih enggan melapor.

“Masih banyak kasus yang terjadi namun tidak dilaporkan. Dengan hadirnya Direktorat PPA-PPO, korban diharapkan merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan yang lebih optimal,” ujar Kapolri saat peresmian di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga  Gubernur Jateng: Tradisi Mudik Dorong Perputaran Ekonomi Daerah

Menurutnya, sejak Direktorat PPA-PPO dibentuk di tingkat Mabes Polri, jajaran kepolisian secara aktif melakukan sosialisasi untuk membangun keberanian korban dalam melaporkan kasus yang dialami. Pendekatan humanis dan psikologis menjadi kunci dalam memberikan layanan perlindungan.

“Kami melakukan sosialisasi selama satu tahun terakhir untuk meyakinkan korban bahwa negara hadir melindungi. Penanganan harus dilakukan dengan pendekatan psikologis agar korban merasa nyaman,” jelasnya.

Kapolri menambahkan, Direktorat PPA-PPO juga akan memperkuat kolaborasi dengan kementerian, lembaga terkait, serta menjalin kerja sama internasional. Langkah ini dilakukan guna memberikan pelayanan yang komprehensif, termasuk dalam menangani kasus people smuggling yang menimpa warga negara Indonesia di luar negeri.

“Direktorat ini hadir tidak hanya untuk penindakan, tetapi juga pencegahan serta perlindungan hak-hak korban, termasuk mereka yang bekerja di luar negeri,” tegas Kapolri.

Baca Juga  BNPB dan BPBD Jateng Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Gunung Slamet untuk Tekan Risiko Banjir

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengungkapkan capaian Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri sepanjang tahun 2025. Tercatat, sebanyak 403 kasus berhasil diungkap dengan 505 orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Jumlah korban mencapai 1.239 orang, terdiri dari laki-laki, perempuan, dan anak. Ini menunjukkan kompleksitas dan luasnya kejahatan yang kami tangani,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, salah satu kasus besar yang berhasil diungkap adalah upaya penyelundupan 39 WNI ke Australia, serta kasus perdagangan bayi di Sulawesi Selatan yang melibatkan jaringan lintas provinsi.

“Korban perdagangan bayi mencapai 14 bayi dan satu anak. Saat ini proses penyidikan masih terus berjalan,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Direktorat PPA-PPO juga aktif melakukan upaya pencegahan melalui program sosialisasi, termasuk program Rise and Speak yang mendorong keberanian korban untuk melapor. Program ini telah dilaksanakan di 10 kabupaten/kota serta dua kali di luar negeri.

Baca Juga  Gudang Produksi Petasan di Sukorejo Kendal Meledak, Satu Pekerja Luka Serius

“Upaya pencegahan menjadi bagian penting agar kejahatan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan sejak dini,” pungkasnya. (fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KH Yusuf Chudlori Soroti Lemahnya Regulasi Day Care, Minta Evaluasi Total
Direktorat Pesantren Resmi Dibentuk, PKB Jateng: Pengakuan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang
92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia
KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diduga Berawal dari Kendaraan di Perlintasan
HBP ke-62, Lapas Kendal Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan
Polres Kendal Perkuat Edukasi, Sekolah Aman Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:26

KH Yusuf Chudlori Soroti Lemahnya Regulasi Day Care, Minta Evaluasi Total

Selasa, 28 April 2026 - 16:23

Direktorat Pesantren Resmi Dibentuk, PKB Jateng: Pengakuan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia

Selasa, 28 April 2026 - 12:35

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 12:07

92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia

Selasa, 28 April 2026 - 11:54

KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN

Berita Terbaru