BMKG Ungkap Perkembangan Siklon Tropis Bakung di Selatan Indonesia, Intensitas Diprediksi Melemah

- Pewarta

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga titik Siklon Tropis Bakung, 93s dan 95s, Kamis. ( istimewa/wawasannews )

Tiga titik Siklon Tropis Bakung, 93s dan 95s, Kamis. ( istimewa/wawasannews )

Jakarta, Wawasannews.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan perkembangan Siklon Tropis Bakung yang terpantau aktif di perairan selatan Indonesia. Fenomena ini dipastikan memberi pengaruh terhadap dinamika atmosfer dan kondisi perairan, meski intensitasnya diprakirakan melemah dalam waktu dekat.

BMKG menjelaskan, siklon tropis merupakan sistem badai besar yang terbentuk di atas perairan hangat dengan suhu permukaan laut minimal 26,5 derajat Celsius. Sistem ini ditandai dengan pola angin berputar sangat kuat, berkecepatan sedikitnya 63 kilometer per jam, serta memiliki jangkauan hingga ratusan kilometer.

Siklon Tropis Bakung tercatat berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S yang mulai terpantau sejak 12 Desember 2025. Pada malam 15 Desember 2025, pusat siklon teridentifikasi berada di Samudra Hindia barat daya Lampung.

Baca Juga  Stafsus Presiden Apresiasi Penutupan Binlat Kedinasan di Kawasan Widuri Kendal: Sinyal Kuat Dukungan Nasional

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG menyebutkan, bibit siklon tropis umumnya memiliki kecepatan angin berkisar 15–34 knot. Dalam perkembangannya, Siklon Tropis Bakung telah melampaui ambang tersebut dengan kecepatan angin maksimum mencapai sekitar 40 knot, sehingga resmi dikategorikan sebagai siklon tropis.

Namun demikian, berdasarkan analisis terbaru, BMKG memperkirakan intensitas Siklon Tropis Bakung akan terus melemah. Dalam kurun 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi turun ke kategori rendah seiring perubahan kondisi lingkungan atmosfer di sekitarnya.

Selain Siklon Tropis Bakung, BMKG juga memantau Bibit Siklon Tropis 93S yang terdeteksi di wilayah selatan Jawa Timur sejak 11 Desember 2025. Bibit ini menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup signifikan dan memiliki peluang sedang hingga tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis.

Baca Juga  Pembalap Nasional Awhin Sanjaya Wafat Usai Kecelakaan di Zabaq National Circuit Jambi

Dalam 24 jam mendatang, Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan bergerak dominan ke arah barat. Meski belum menjadi siklon, sistem ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat, peningkatan tinggi gelombang laut, serta angin kencang di sejumlah wilayah perairan dan pesisir.

BMKG juga mengidentifikasi keberadaan Bibit Siklon Tropis 95S di Laut Arafura, selatan Kepulauan Aru, Maluku. Bibit ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, namun tetap berpotensi memicu cuaca ekstrem tidak langsung.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah perairan selatan Indonesia. ( fun )

Baca Juga  Indosat Gandeng UMN Perkuat Literasi Digital UMKM dan Generasi Muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia
KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025
Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi
Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat
HUT ke-25 Baznas, Target Penghimpunan Zakat Kendal 2026 Capai Rp13 Miliar
Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan
Dorong Ekonomi Kreatif, ‘Aisyiyah Kendal Gelar Pelatihan Tas Ecoprint Ramah Lingkungan
Polri Resmikan Direktorat PPA-PPO, Fokus Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:35

Kemenag Buka Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kuliah di Indonesia dan Australia

Jumat, 23 Januari 2026 - 18:21

KEK Kendal Jadi Motor Investasi Jateng, Serap Hampir 20 Ribu Tenaga Kerja Sepanjang 2025

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:26

Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:37

Tanggul Kali Bodri Kritis, Pemkab Kendal dan DPUPR Jateng Siapkan Penanganan Darurat

Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06

Tanggul Kali Bodri Kritis, Warga Cepiring–Patebon Waswas Banjir Susulan

Berita Terbaru