KENDAL, Wawasannews.com – Generasi muda didorong menjadi pelaku utama transformasi sektor pertanian modern melalui peluncuran program Nature Based Solutions (NBS) Agroforestry berbasis pengurangan emisi karbon di Dukuh Tanjung, Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Rabu (29/7/2026). Program ini menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Heru Tri Widodo, mengatakan sektor pertanian saat ini terus berkembang dengan dukungan teknologi modern. Menurutnya, penggunaan alat dan mesin pertanian hingga kecerdasan artifisial (AI) diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Menanam pohon merupakan cara nyata mengurangi emisi karbon. Industri memiliki tanggung jawab mengembalikan emisi yang dihasilkan melalui aksi konkret seperti penanaman pohon, sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” ujar Heru.
Ia menjelaskan, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas perkebunan, seperti kopi, kelapa, kakao, lada, pala, tebu, dan jambu mete. Komoditas tersebut selanjutnya diarahkan menuju hilirisasi melalui industri pengolahan agar memberikan nilai tambah bagi petani.
Di Kabupaten Kendal, pemerintah mengembangkan sekitar 350 hektare tanaman kopi yang terdiri atas 300 hektare kopi arabika dan 20 hektare kopi robusta. Selain itu, pengembangan tebu dilakukan di lahan seluas 50 hektare dengan peluang perluasan yang masih terbuka.
Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA) Kementerian Pertanian RI, Rayndra Syahdan Mahmudin, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi sektor pertanian nasional.
“Ini bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi menanam masa depan. Petani muda harus menjadi motor pertanian modern yang produktif, inovatif, sekaligus menjaga kelestarian alam,” katanya.
Rayndra menyebut Kabupaten Kendal menjadi kabupaten kedua di Jawa Tengah setelah Blora yang dipercaya sebagai lokasi implementasi program NBS Agroforestry. Penunjukan tersebut didukung potensi kawasan perhutanan sosial serta tingginya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan pemerintah daerah siap menindaklanjuti program tersebut dengan memperkuat pengembangan komoditas unggulan, khususnya kopi dan jagung. Menurutnya, Kendal memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kopi berkualitas yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan hilirisasi.
“Kopi Kendal memiliki kualitas yang mampu bersaing. Tantangan kita sekarang adalah memperkuat hilirisasi, memberdayakan petani, dan membangun ekosistem agar setiap hasil perkebunan memiliki nilai tambah serta meningkatkan pendapatan masyarakat,” tandasnya.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






