Pertemuan Ahmad Luthfi dan Gus Yusuf, Bahas Kemiskinan dan Stabilitas Energi

- Pewarta

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang hangat dengan pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) saat kunjungan silaturahmi di Magelang. (Istimewa/Wawasannews)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang hangat dengan pengasuh Ponpes API Tegalrejo KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) saat kunjungan silaturahmi di Magelang. (Istimewa/Wawasannews)

MAGELANG, Wawasannews.com – Upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah terus didorong melalui pendekatan yang lebih terpadu dan menyeluruh. Selain membahas strategi penanganan kemiskinan, perhatian juga diarahkan pada potensi dampak gejolak global terhadap stabilitas harga minyak dan ketahanan energi di daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori atau yang akrab disapa Gus Yusuf, Senin (6/4/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ponpes API Tegalrejo tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Ahmad Luthfi yang hadir bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah disambut langsung oleh Gus Yusuf dengan jabat tangan dan pelukan erat.

Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama dalam menjawab berbagai persoalan strategis, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam perbincangan, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, pendekatan yang diterapkan harus menyentuh berbagai sektor secara komprehensif.

“Pengentasan kemiskinan harus terpola, tidak bisa sendiri-sendiri. Tidak hanya soal kebutuhan dasar seperti pangan dan tempat tinggal, tetapi juga pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, intervensi pemerintah tidak cukup hanya melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), melainkan harus diiringi langkah konkret di sektor lain agar hasilnya berkelanjutan.

“Iya, harus komprehensif. Tidak bisa parsial,” tegasnya.

Selain isu kemiskinan, diskusi juga menyinggung dinamika global, khususnya gejolak di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi ketersediaan serta harga minyak. Gus Yusuf menyoroti pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi tersebut.

Ia juga mengingatkan agar program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga diiringi dengan sosialisasi yang masif serta pengawasan yang optimal.

“Program sebagus apa pun kalau sosialisasi tidak berjalan, masyarakat tidak akan memahami manfaatnya,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Tengah dalam kondisi aman. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan terkait harga tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Cadangan BBM di Jawa Tengah cukup. Untuk harga, itu kewenangan pusat, tetapi kami tetap melakukan langkah antisipasi,” jelasnya.

Pertemuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam merespons berbagai tantangan, baik di tingkat lokal maupun global, mulai dari pengentasan kemiskinan hingga menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Pewarta : Zidnal Muna
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gandeng Investor Singapura-India, Muhammadiyah Bangun Pabrik Obat Rp150 Miliar di Kendal
Polemik Perangkat Desa Kedunggading Potong Kabel Pengeras Suara Masjid Jadi Perhatian Kejari Kendal
Kerap Bolak-balik karena Berkas Belum Lengkap, Warga Kendal Kini Bisa Cek Syarat PBG dan SLF Online
Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Bawa Filosofi Beskap dan Kearifan Lokal
HUT ke-81 TNI, Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq: TNI Penjaga Rakyat, DPRD Siap Bersinergi Kawal Pembangunan
HUT TNI ke-81, Kapolres Kendal Dorong Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas
Rogoh Rp340,86 Miliar, Jababeka Caplok 51 Persen Saham Kawasan Industri Seafer Kendal, Siapkan Pengembangan 500 Hektare
Gara-gara Tantangan Medsos, Pelajar di Kendal Terlibat Tawuran hingga Berujung Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:54

Gandeng Investor Singapura-India, Muhammadiyah Bangun Pabrik Obat Rp150 Miliar di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40

Polemik Perangkat Desa Kedunggading Potong Kabel Pengeras Suara Masjid Jadi Perhatian Kejari Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:38

Kerap Bolak-balik karena Berkas Belum Lengkap, Warga Kendal Kini Bisa Cek Syarat PBG dan SLF Online

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32

Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Bawa Filosofi Beskap dan Kearifan Lokal

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:53

HUT TNI ke-81, Kapolres Kendal Dorong Soliditas TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru

Secret Link