KUDUS, Wawasannews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menyatakan kesiapan untuk mengikuti instruksi Presiden RI dalam melakukan penghematan anggaran maupun penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Salah satu langkah yang didorong yakni mengajak aparatur sipil negara (ASN) menerapkan gaya hidup hemat dalam aktivitas sehari-hari.
Di kutip dari antaranewsjateng.com, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, upaya penghematan dapat dimulai dari penggunaan moda transportasi yang lebih efisien oleh ASN saat berangkat ke kantor. Ia mencontohkan, ASN yang memiliki jarak tempat tinggal dekat dengan kantor disarankan menggunakan sepeda onthel guna mengurangi konsumsi BBM.
Selain bersepeda, ASN juga diimbau untuk berjalan kaki atau memanfaatkan angkutan umum apabila memungkinkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari gerakan penghematan yang tengah disusun oleh Pemkab Kudus.
Menurutnya, selain menekan penggunaan BBM, pilihan transportasi tersebut juga mampu mengurangi biaya pribadi sekaligus mendorong pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Pemkab Kudus menargetkan efisiensi anggaran sebesar 20–25 persen, khususnya dari sektor perjalanan dinas, konsumsi BBM, serta penggunaan energi lainnya.
Selain itu, ASN juga diminta untuk lebih disiplin dalam penggunaan energi di lingkungan kerja, seperti memastikan pendingin ruangan (AC) dan lampu dimatikan saat tidak digunakan.
Terkait kemungkinan penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH), Pemkab Kudus menyatakan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Namun demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama.
“WFH nanti kita ikuti, tetapi semangatnya jangan sampai menelantarkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Pelayanan harus tetap prima, tepat, dan berkualitas,” ujar Bupati.
Dalam rangka efisiensi anggaran, Pemkab Kudus juga akan mengurangi perjalanan dinas yang tidak mendesak. Kegiatan yang tidak terlalu penting diharapkan dapat dilaksanakan secara daring.
Ke depan, Pemkab Kudus juga membuka peluang penggunaan kendaraan listrik untuk operasional dinas, sejalan dengan arahan Presiden dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan.
Di sisi lain, Kudus dinilai memiliki potensi dalam pengembangan kendaraan listrik, mengingat adanya industri lokal yang telah memproduksi sepeda motor dan mobil listrik.
“Kita gerakkan produk anak bangsa, produk dalam negeri. Kita bangga ada industri lokal yang sudah memproduksi kendaraan listrik,” ujarnya. (red)









