Pantai Indah Kemangi, Destinasi Andalan Desa dengan Pendapatan Rp 1 Miliar per Tahun

- Pewarta

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

KENDAL, Wawasannews.com – Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, kini memiliki destinasi wisata unggulan yang menjadi penopang ekonomi desa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantai Indah Kemangi (PIK), objek wisata yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jungsemi, mencatat rata-rata pendapatan hingga Rp 1 miliar per tahun.

Bendahara BUMDes Jungsemi, Dian, menjelaskan bahwa pengelolaan PIK awalnya dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) pada tahun 2017–2018. Namun, setelah pengelolaan dialihkan ke BUMDes, perkembangan wisata tersebut semakin pesat.

“Dulu sistem pengelolaannya belum terkoordinasi dengan baik. Setelah dikelola BUMDes, pengunjung mulai ramai sekitar tahun 2018,” ujarnya saat ditemui di kawasan PIK, Minggu (19/10/2025).

Baca Juga  Potensi Sesar Aktif di Kendal: ‘Garis Luka’ Bumi yang Masih Bernapas

Saat ini, jumlah pengunjung pada akhir pekan bisa mencapai 5.000 orang per hari, dengan pendapatan kotor sekitar Rp 100 juta per bulan.

Jumlah itu meningkat signifikan pada musim liburan. Objek wisata PIK biasanya tutup selama bulan Ramadan dan sepi pada musim hujan.

Sebagai bentuk kontribusi sosial, pengelola PIK menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) setiap tahun untuk pelajar, guru madrasah diniyah, dan warga Jungsemi yang sedang berkabung.

“CSR diberikan kepada anak Madin, TPQ, guru Madin, dan warga yang berduka,” kata Dian.

Selain mendongkrak pendapatan desa, keberadaan PIK juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sedikitnya 68 pelaku UMKM lokal kini membuka usaha di sekitar pantai, mulai dari warung makan hingga penyewaan wahana permainan.

Baca Juga  UIN Walisongo Gelar Indonesian Interfaith Scholarship 2025, Delegasi Austria Puji Harmoni Budaya Semarang

Kepala Desa Jungsemi, Dasuki, menuturkan bahwa tarif masuk ke PIK cukup terjangkau, yaitu Rp 5.000 sudah termasuk biaya parkir. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai wahana seperti motor ATV, delman, dan perahu dengan tarif tambahan.

Menurutnya, keberhasilan PIK juga memberi dampak langsung terhadap pembangunan desa.

“Sebagian hasil dari PIK turut membantu pembangunan balai desa yang sekarang sudah berdiri megah,” ungkap Dasuki.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Batang, Mukti, mengaku puas dengan fasilitas yang ada di PIK.

“Pantainya bersih, ombaknya aman untuk anak-anak, dan tiket masuknya murah,” ujarnya.(ags)

Berita Terkait

Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026
Menuju Keuangan Inklusif, Pelaku UMKM Kendal Dapat Edukasi Finansial
Bimtek SIPADU Titik Kedua, IPNU–IPPNU Jateng Perkuat Data dan Komisariat
Di Bimtek Sipadu Wonosobo, Muhaimin Tekankan Pentingnya Data untuk Kaderisasi
Baru Dikeruk Sejauh 1 Kilometer, Sungai Kendal Kembali Banjiri Permukiman
Ketua DPRD Kendal Tekankan Disiplin Berorganisasi di Era Digital
Waspada Penipuan E-Tilang, Satlantas Polres Kendal Imbau Warga Tak Asal Klik Tautan
Dari Kendal, Irfan Khamid Dorong Modernisasi Tata Kelola IPNU-IPPNU lewat SIPADU
Berita ini 6.964 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:14

Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:06

Menuju Keuangan Inklusif, Pelaku UMKM Kendal Dapat Edukasi Finansial

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:41

Bimtek SIPADU Titik Kedua, IPNU–IPPNU Jateng Perkuat Data dan Komisariat

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:33

Di Bimtek Sipadu Wonosobo, Muhaimin Tekankan Pentingnya Data untuk Kaderisasi

Minggu, 14 Desember 2025 - 14:39

Baru Dikeruk Sejauh 1 Kilometer, Sungai Kendal Kembali Banjiri Permukiman

Berita Terbaru