DEMAK, Wawasannews.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 UIN Walisongo Semarang Posko 19 terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar di Desa Mandung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di desa tersebut diikuti kader kesehatan, remaja, dan warga sekitar. Sejak pagi, lokasi pelayanan tampak ramai oleh masyarakat yang datang untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia.
Dalam pendampingan itu, mahasiswa KKN membantu sejumlah tahapan teknis di lapangan. Mulai dari administrasi peserta, pencatatan data, penimbangan, hingga membantu kader saat pelayanan berlangsung.
Kehadiran mahasiswa membuat jalannya kegiatan terasa lebih tertib. Proses pelayanan juga berlangsung lancar karena setiap bagian saling terbantu.
Integrasi Layanan Primer di Desa Mandung mencakup beberapa pelayanan kesehatan sekaligus. Di antaranya posyandu lansia, posyandu remaja, kelas ibu balita, dan Pos Pembinaan Terpadu atau Posbindu.
Warga yang hadir memanfaatkan layanan sesuai kebutuhan masing-masing. Lansia mengikuti pemeriksaan rutin, ibu balita mengikuti kelas pendampingan, sementara remaja ikut dalam kegiatan yang sudah disiapkan khusus.
Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan di lapangan menjadi bagian dari pengabdian sekaligus pengalaman belajar bersama masyarakat.
Setelah rangkaian ILP selesai, kegiatan berlanjut dengan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja yang diikuti pemuda dan pemudi Desa Mandung.
Suasana saat sesi berlangsung cukup interaktif. Para peserta terlihat aktif mendengarkan penjelasan, menyampaikan pertanyaan, hingga berbagi pandangan mengenai kebiasaan hidup sehat di lingkungan mereka.
Materi yang diberikan membahas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Selain itu juga disampaikan soal pola hidup sehat serta pemahaman tentang pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab.
Topik tersebut mendapat perhatian peserta karena dinilai dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Untuk membuat suasana lebih hidup, panitia juga menyiapkan sesi kuis setelah penyampaian materi selesai. Para peserta terlihat antusias menjawab pertanyaan yang diajukan.
Dari sesi tersebut, lima peserta dipilih sebagai yang terbaik karena aktif mengikuti kegiatan dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.
Salah satu kader posyandu Desa Mandung, Fatimah, mengaku senang dengan keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 19.
Menurutnya, bantuan mahasiswa membuat pekerjaan kader menjadi lebih ringan dan pelayanan berjalan lebih cepat.
“Kami merasa sangat terbantu. Kegiatannya jadi lebih cepat selesai dan lebih tertata. Kami juga senang karena ada sosialisasi kesehatan reproduksi untuk remaja. Materinya bermanfaat dan sebelumnya belum pernah ada pembahasan seperti ini di sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rafa, mahasiswa KKN yang menjadi pemateri dalam sosialisasi tersebut.
Ia berharap kegiatan itu bisa menambah pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
“Harapannya para remaja di Desa Mandung bisa lebih paham dan lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi mereka,” kata Rafa.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN, kader kesehatan, dan peserta.
Momen itu sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung hangat dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Mandung. (Red)






