Abdul Hamid: Pesantren Adalah Pendidikan Khas Asli Indonesia

- Pewarta

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid (17/10) | Foto : Wawasannews

Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid (17/10) | Foto : Wawasannews

SEMARANG, Wawasannews – Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Tengah, Abdul Hamid, menegaskan bahwa pesantren merupakan sistem pendidikan khas Indonesia yang berakar kuat dalam budaya bangsa dan berperan besar dalam pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, anggapan yang menyebut pesantren sebagai lembaga kaku, tertutup, atau hirarkis merupakan bentuk kesalahpahaman terhadap hakikat pesantren itu sendiri.

“Pesantren adalah sistem pendidikan yang meninggikan adab dan perilaku. Di tengah arus liberalisme dan individualisme seperti sekarang, pesantren tetap menjadi benteng moral yang menjaga nilai-nilai luhur bangsa — sopan santun, gotong royong, dan penghormatan kepada guru,” ujar Abdul Hamid (17/10)

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi PKB kelahiran Batang ini menjelaskan bahwa hubungan antara kiai dan santri bukanlah hubungan kekuasaan, melainkan relasi spiritual dan intelektual yang dilandasi kasih sayang, keikhlasan, serta penghormatan terhadap ilmu.

Ia menambahkan, kegiatan sosial di pesantren seperti ro’an (gotong royong) atau kerja bakti bukanlah paksaan, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan pelatihan tanggung jawab sosial.

Model Pendidikan Nusantara

Lebih jauh, Abdul Hamid menyebut pesantren sebagai model pendidikan khas Nusantara yang telah ada jauh sebelum sistem sekolah modern berdiri. Pesantren, menurutnya, telah lama mengajarkan keseimbangan antara ilmu pengetahuan, moral, dan spiritualitas.

Pandangan tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan harus berakar pada kebudayaan bangsa sendiri.

“Ki Hadjar Dewantara pernah mengatakan bahwa pendidikan adalah usaha kebudayaan yang memberi tuntunan agar manusia mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pandangan ini sangat sejalan dengan sistem pesantren yang menuntun santri menjadi manusia berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi sesama,” jelasnya Abdul Hamid, anggota DPRD Jateng dari Dapil Jawa Tengah XIII

Nilai Pesantren Sebagai Fondasi Bangsa

Abdul Hamid menilai nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial perlu terus ditumbuhkan dalam berbagai aspek kehidupan—baik di dunia pendidikan, sosial, politik, maupun kebangsaan.

“Semangat dan nilai-nilai pesantren harus menjadi fondasi moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari pesantrenlah lahir manusia Indonesia yang berjiwa luhur, berakhlakul karimah, dan cinta tanah air,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk menjaga keberlangsungan pesantren sebagai warisan pendidikan bangsa yang telah terbukti melahirkan generasi berilmu dan berkepribadian.

“Kalau bangsa ini ingin kuat dan berkepribadian, maka pendidikan pesantren harus terus dijaga dan dikembangkan. Pesantren adalah jantung pendidikan asli Indonesia yang menumbuhkan manusia beradab,” pungkas Magister Pendidikan UIN Salatiga tersebut. (Red)

Berita Terkait

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD
Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang
Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana
Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi
Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra
Jelang Pemilu 2029, Puan Minta Media Jaga Ruang Publik Tetap Sehat dan Objektif
Menlu Sugiono Apresiasi Dukungan Negara Sahabat untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
Indonesia Kirim 48 Cabor ke SEA Games 33, Prabowo Tekankan Kebanggaan dan Kehormatan
Berita ini 6.969 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:40

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:22

Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:42

Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:07

Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:06

Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra

Berita Terbaru