Seminar Nasional PMII Semarang bersama DPD RI dan DPRD Jateng Soroti Tantangan Kedaulatan Pangan Jateng

- Pewarta

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional PMII Semarang tentang Ketahanan Pangan di DPD RI Jawa Tengah

Seminar Nasional PMII Semarang tentang Ketahanan Pangan di DPD RI Jawa Tengah

Semarang, Wawasannews – Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar seminar nasional bertema “Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional: Strategi dan Prospek Jawa Tengah sebagai Penyangga Pangan Nasional” di Kantor Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (14/10/2026).

Seminar tersebut membahas berbagai tantangan kedaulatan pangan di Jawa Tengah, mulai dari penyusutan lahan pertanian, kesejahteraan petani, keterjangkauan harga pangan, hingga keberlanjutan produksi di tengah tekanan industrialisasi dan perubahan iklim.

Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI, Abdul Kholik, menyoroti ancaman penurunan kontribusi Jawa Tengah terhadap pangan nasional akibat berkurangnya lahan pertanian dan sumber daya manusia di sektor pertanian. Ia menyebut, kontribusi Jawa Tengah terhadap pangan nasional saat ini mencapai 18 persen dan diproyeksikan turun menjadi 5 persen dalam 20 tahun mendatang jika persoalan struktural tidak segera diatasi.

“Bahwa hari ini sumbangan Jawa Tengah ke pangan nasional itu masih 18 persen. Tetapi 20 tahun lagi diperkirakan tinggal 5 persen,” ungkapnya.

Menurut Kholik, penyusutan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan seiring pertumbuhan penduduk menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi melalui perlindungan lahan produktif dan penguatan sektor pertanian. Ia juga menyoroti penurunan kapasitas waduk akibat sedimentasi yang berpotensi mengganggu ketersediaan air untuk pertanian.

“Kalau kita tidak bisa mempertahankan utara, selatan harus menjadi suaka, harus menjadi enklaf untuk pangan. Enggak boleh diubah,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ni’matul Azizah, menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak cukup diukur dari ketersediaan produksi. Kesejahteraan petani, perlindungan lahan, dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan pangan.

“Petani kecil membutuhkan lebih daripada bantuan,” ujarnya.

Ni’matul mengungkapkan, terdapat sejumlah paradoks dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan, salah satunya kebijakan pemerintah untuk mendorong swasembada pangan yang belum sepenuhnya sejalan dengan kondisi lahan pertanian yang terus tergerus industrialisasi. Ia menilai, bantuan pertanian perlu diiringi penyelesaian persoalan struktural, termasuk penguasaan lahan yang memengaruhi keberlangsungan usaha petani kecil.

“Petaninya sejahtera, konsumennya tidak menjerit,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan bahwa ketahanan pangan mencakup tiga aspek, yakni ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga keterjangkauan dan pemanfaatan pangan oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, indeks ketahanan pangan Jawa Tengah pada 2026 mencapai 78,77. Capaian tersebut perlu dijaga melalui penguatan produksi, distribusi, pemenuhan gizi, dan keberlanjutan lingkungan.

“Ketahanan pangan harus didukung produksi dan distribusi yang kuat, pangan terjangkau, serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Septy Aisah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PC PMII Semarang Gelar Pelatihan Administrasi, Perkuat Tertib Organisasi
PP IPNU dan PP IPPNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Kongres, Darul Amanah Kendal Jadi Lokasi Pelaksanaan
Ngopi Bareng Wartawan, Dandim Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD
Kapolres Kendal Pimpin Patroli Sore, Edukasi Pengendara untuk Tertib Berlalu Lintas
TRAC DAKAR Diluncurkan, Kendal Targetkan Respons Kebakaran Maksimal 15 Menit
Buntut Penolakan Telur Koperasi, KPUS Minta SPPG di Tlahab Disuspend
Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman
Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:11

PC PMII Semarang Gelar Pelatihan Administrasi, Perkuat Tertib Organisasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:56

Seminar Nasional PMII Semarang bersama DPD RI dan DPRD Jateng Soroti Tantangan Kedaulatan Pangan Jateng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:25

PP IPNU dan PP IPPNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Kongres, Darul Amanah Kendal Jadi Lokasi Pelaksanaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:22

Ngopi Bareng Wartawan, Dandim Sosialisasikan Rekrutmen TNI AD

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:34

Kapolres Kendal Pimpin Patroli Sore, Edukasi Pengendara untuk Tertib Berlalu Lintas

Berita Terbaru

Secret Link