Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap

- Pewarta

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi.(Istimewa)

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi.(Istimewa)

BATANG, Wawasannews – Penyebab dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang menemukan cemaran mikroba pada sejumlah sampel makanan dan feses pasien. Namun, makanan yang dikonsumsi langsung oleh para korban tidak tersedia untuk diperiksa di laboratorium.

Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Ida Susilaksmi, menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Batang, Jumat (9/10/2026).

Ida menjelaskan, sampel makanan yang diperiksa berasal dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampel tersebut merupakan makanan segar yang diambil setelah dimasak dan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Sampel makanan yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat tidak lagi tersedia saat pemeriksaan dilakukan. Karena itu, pemeriksa juga mengambil sampel feses dan muntahan dari pasien yang menjalani perawatan di puskesmas,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya cemaran mikroba pada sampel makanan dan feses sejumlah pasien. Sementara itu, pemeriksaan terhadap sampel muntahan tidak menemukan cemaran mikroba.

Sejumlah sampel yang diuji meliputi nasi putih, telur bolognese, ca sayur, tahu goreng tepung, anggur, air bersih untuk memasak, air reverse osmosis (RO), serta air cucian ompreng atau wadah makanan.

Meski menemukan cemaran mikroba, Dinkes belum dapat menentukan jenis makanan yang menjadi penyebab utama dugaan keracunan tersebut. Tidak tersedianya sampel makanan yang dikonsumsi langsung oleh korban menjadi salah satu kendala dalam memastikan sumber cemaran.

“Meski ditemukan cemaran mikroba, Dinkes belum dapat memastikan jenis makanan tertentu yang menjadi penyebab utama kasus tersebut. Hal ini karena tidak tersedianya sampel makanan yang diambil langsung dari makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat,” terangnya.

Ida menerangkan, cemaran mikroba dapat berkaitan dengan proses pemasakan yang kurang matang atau penerapan higiene dan sanitasi yang belum optimal. Selain itu, penyimpanan dan distribusi makanan juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

Mikroba yang jumlahnya masih sedikit setelah proses pemasakan berpotensi berkembang biak selama penyimpanan, terutama jika suhu makanan tidak terjaga dengan baik.

Penggunaan ompreng yang ditutup selama distribusi dan penyimpanan juga perlu diperhatikan bersama faktor suhu serta lamanya makanan disimpan.

“Karena itu, pengendalian keamanan pangan perlu dilakukan sejak proses persiapan bahan, pemasakan, pengemasan, hingga makanan diterima dan dikonsumsi penerima manfaat,” ujarnya.

Dinkes Batang mengingatkan pentingnya penerapan higiene dan sanitasi secara konsisten dalam penyelenggaraan program MBG. Pemeriksaan bahan pangan, tingkat kematangan makanan, kebersihan peralatan, serta pengendalian suhu dan waktu distribusi menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa.

Ida menegaskan, hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penanganan kasus dugaan keracunan di Kecamatan Bawang. Namun, penetapan penyebab pasti tetap memerlukan kehati-hatian karena sampel makanan yang dikonsumsi langsung oleh para korban tidak tersedia untuk diuji.

Dengan demikian, temuan cemaran mikroba dalam pemeriksaan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa satu menu tertentu menjadi penyebab dugaan keracunan MBG di Kabupaten Batang.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

M. Irfan Khamid Tegaskan Kesiapan Jateng Sambut Kongres XXI, Konsolidasi dan Arah IPNU Jadi Sorotan
243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas
Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar
IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni
Warga Binaan Lapas Plantungan Belajar Restorative Justice dan Hak Hukum
Belajar dari Blora, Kendal Bidik Beras Organik untuk Angkat Ekonomi Petani
SMA NU 05 Brangsong Gelar Padispintal, Bentuk Siswa Disiplin dan Berjiwa Kepemimpinan
Mahfud Sodiq dan Forwaken Panjatkan Doa untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:02

Sampel Makanan Korban Tak Tersedia, Penyebab Dugaan Keracunan MBG Batang Belum Terungkap

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:16

M. Irfan Khamid Tegaskan Kesiapan Jateng Sambut Kongres XXI, Konsolidasi dan Arah IPNU Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 16:37

243.543 Satlinmas di Jateng Diperkuat, Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas

Rabu, 30 September 2026 - 13:00

Jalan Kaliwungu-Boja Ambles, Pemkab Kendal Siapkan Rp1,2 Miliar

Selasa, 29 September 2026 - 17:00

IKA PMII UIN Walisongo Launching WIM, Kembangkan Investasi dan Bisnis Alumni

Berita Terbaru

Secret Link