Harga Bawang Merah di Kendal Turun Jadi Rp25 Ribu per Kg, Ibu Rumah Tangga hingga Petani Lega

- Pewarta

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani bawang merah di Kabupaten Kendal memanen tanaman bawang di lahan pertanian usai harga bawang merah turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. ( Istimewa_Wawasannews)

Petani bawang merah di Kabupaten Kendal memanen tanaman bawang di lahan pertanian usai harga bawang merah turun menjadi Rp25 ribu per kilogram. ( Istimewa_Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kabar baik datang dari pasar bumbu dapur di Kabupaten Kendal. Harga bawang merah yang sempat melonjak menjelang akhir tahun kini berangsur turun dan berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram. Penurunan harga ini disambut gembira oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Salah satunya Ida (35), warga Kecamatan Gemuh, yang mengaku kini bisa kembali memasak dengan takaran bawang merah yang cukup. Sebelumnya, ia terpaksa mengurangi penggunaan bumbu karena harga yang tinggi.

“Waktu itu mahal, jadi bawangnya dikurangi. Rasanya memang beda. Sekarang alhamdulillah sudah turun, jadi bisa beli banyak,” ujar Ida, Jumat (2/1/2026).

Ida menuturkan, sebelum pergantian tahun harga bawang merah sempat mencapai Rp10 ribu per seperempat kilogram. Setelah mengetahui harga turun, ia langsung membeli dalam jumlah lebih banyak sebagai stok, mengingat musim hujan kerap memicu kenaikan harga.

Sementara itu, dari sisi petani, Siti Marfuatin, petani bawang merah asal Gemuh, mengungkapkan bahwa harga bawang merah sempat berada di kisaran Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram menjelang akhir 2025. Faktor cuaca menjadi salah satu penyebabnya.

“Kalau sudah sering hujan, bawang yang siap panen harus segera dicabut. Kalau dibiarkan, risikonya busuk karena terus terkena air,” jelasnya.

Petani lainnya, Sodikin, menyebut dalam satu kali panen dirinya bisa menghasilkan sekitar 2,5 hingga 3 ton bawang merah. Dalam setahun, ia mampu melakukan panen hingga tiga kali dengan sistem tanam bergilir.

“Kita selang-seling tanam bawang dan tembakau. Alhamdulillah setahun ini bisa panen tiga kali,” ungkapnya.

Ia menambahkan, turunnya harga bawang merah saat ini tak lepas dari masuknya masa panen petani. Namun, ia memprediksi harga berpotensi kembali naik jika curah hujan semakin tinggi.

“Bawang itu harus kering. Kalau sering kena air, kualitasnya turun dan mudah busuk,” katanya.

Ketua Petani Champion Bawang Merah Kendal, Akhmad Soleh, menyebut Kabupaten Kendal merupakan daerah penyumbang bawang merah terbesar keempat di Jawa Tengah. Sentra produksi bawang merah tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Gemuh, Ringinarum, Kangkung, Cepiring, Pegandon, dan Ngampel.

“Total anggota petani bawang merah sekitar 450 orang, tersebar di berbagai kelompok tani dengan jumlah yang beragam,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari optimistis Kendal akan terus menjadi sentra bawang merah skala besar di Jawa Tengah. Potensi lahan serta kualitas produk dinilai mampu bersaing secara regional maupun nasional.

“Kabupaten Kendal telah diakui Kementerian Pertanian sebagai daerah penyangga komoditas bawang merah. Ini menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan,” pungkasnya. (zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng
SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng
PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun
Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan
PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I
Di KEK Kendal Segera Dibangun Kantor Unit Layanan Imigrasi, Investor Asing Kini Makin Dimudahkan
Kendal Bersiap Terapkan Aturan Kawasan Tanpa Rokok
Krisis Air Tiap Kemarau, Sumur Bor Dibangun untuk Warga 3 RT di Tambahsari

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:35

Peduli Anak dengan CTEV, Kapolda Jateng Kunjungi Pasien dan Berikan Dukungan kepada Keluarga Polda Jateng

Sabtu, 12 September 2026 - 10:12

SMA NU 05 Brangsong Bawa Pulang Empat Medali dari OSKANU IV Jateng

Jumat, 11 September 2026 - 09:30

PKB Banjarnegara Andalkan Generasi Muda, Ketua DPAC Ditargetkan Maksimal 35 Tahun

Jumat, 11 September 2026 - 09:15

Quick Response Polres Kendal Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Pantura, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 11 September 2026 - 06:02

PAC GP Ansor Gemuh Gelar Pelantikan, Pengukuhan Banser dan MDS Rijalul Ansor serta Musykerancab I

Berita Terbaru

Secret Link