KENDAL, Wawasannews.com – Puluhan pelaku UMKM di Kabupaten Kendal mengikuti pelatihan manajemen ritel yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pendopo Bupati Kendal, Selasa (23/5/2026). Peserta berasal dari berbagai pelaku usaha kecil yang selama ini menjalankan usaha makanan, minuman, hingga produk rumahan.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapat pembekalan tentang pengelolaan usaha ritel, pemasaran produk, standar kemasan, hingga peluang produk lokal masuk ke jaringan toko modern.
Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, mengatakan pelaku UMKM perlu memiliki semangat untuk terus mengembangkan usahanya. Menurutnya, bantuan maupun fasilitas dari pemerintah dan perusahaan swasta tidak akan berjalan maksimal tanpa kemauan dari pelaku usaha sendiri.
“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan seperti ini. Tapi yang paling penting ada kemauan dari pelaku usaha untuk terus berkembang,” ujarnya saat membuka acara.
Ia menilai kerja sama antara UMKM dan toko modern bisa memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Produk lokal memiliki peluang pasar lebih luas, sementara toko modern juga mendapat tambahan variasi produk dari pelaku usaha daerah.
Menurutnya, keberadaan UMKM dan toko modern tidak harus saling bersaing secara langsung. Keduanya justru bisa berjalan bersama jika ada komunikasi dan dukungan yang baik.
Sementara itu, Branch Manager Alfamart, V Daru Harjanto, mengatakan pihaknya terbuka bagi produk-produk UMKM lokal yang ingin dipasarkan di gerai Alfamart.
Namun, ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi pelaku usaha sebelum produknya masuk ke toko modern. Mulai dari kualitas produk, standar kemasan, hingga kelengkapan dokumen legalitas usaha.
“Produk yang dipasarkan tentu harus lolos proses kurasi lebih dulu. Jadi bukan hanya soal rasa, tapi juga kemasan dan izin produknya,” kata Daru.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan pelaku UMKM tidak hanya soal pemasaran produk di gerai Alfamart. Perusahaannya juga membantu menyediakan ruang usaha tenant di halaman gerai bagi mitra UMKM.
Selain itu, pelaku usaha juga diberikan pelatihan pemasaran melalui platform Digital Bisnis Alfamart agar penjualan produk bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Daru, masih banyak pelaku UMKM yang memiliki produk bagus, tetapi belum memahami cara pemasaran modern. Karena itu, pelatihan seperti ini dinilai penting agar pelaku usaha lebih siap bersaing.
“Pelaku usaha perlu tahu bagaimana produk bisa diterima pasar ritel modern. Mulai tampilan produk sampai cara memasarkannya,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan tersebut juga dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi langsung terkait kendala usaha yang selama ini mereka hadapi. Beberapa peserta menanyakan soal proses pengurusan legalitas produk hingga peluang kerja sama dengan toko modern.
Dengan adanya pelatihan ini, pelaku UMKM di Kendal diharapkan lebih memahami standar pemasaran ritel modern dan memiliki peluang lebih besar memperluas pasar produknya.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi






