JAKARTA, Wawasannews.com — Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Di kutip dari antaranews.com, Menurut Jamaludin, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Ia menilai stabilitas pasokan energi sangat penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik, terutama pada periode meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga.
“Kami di Komisi XII DPR RI mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga energi nasional. Upaya antisipatif seperti ini penting agar masyarakat tetap merasa tenang di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang,” ujar Jamaludin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (6/3/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, penguatan ketahanan energi nasional perlu terus menjadi perhatian bersama. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional agar Indonesia memiliki kemampuan antisipasi yang lebih kuat terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Menurutnya, pengembangan infrastruktur penyimpanan energi atau storage menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem cadangan energi nasional dalam jangka menengah maupun panjang.
“Pengembangan fasilitas penyimpanan energi sangat penting agar Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih kuat dan mampu menghadapi berbagai dinamika pasokan energi global,” jelasnya.
Jamaludin juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi nasional, terutama dengan kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini masih berada pada kisaran sekitar tiga pekan.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem distribusi dan pasokan energi nasional masih dalam kondisi terkendali. Selain itu, ia juga menyambut baik kebijakan pemerintah yang memastikan harga BBM bersubsidi tetap stabil menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana pemerintah untuk menambah kapasitas penyimpanan atau storage stok BBM nasional. Dari yang sebelumnya hanya sekitar 25 hingga 26 hari, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas hingga 90 hari atau setara tiga bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam konferensi pers terkait perkembangan situasi Timur Tengah dan implikasinya terhadap sektor energi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
“Faktanya, ketahanan energi kita saat ini, kapasitas storage kita maksimal di angka 25–26 hari, tidak lebih dari itu,” ujar Bahlil.
Langkah peningkatan kapasitas penyimpanan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjadi strategi jangka panjang dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi global. (Red)








