Kemenag di FISIP UIN Surabaya, Budaya Mutu Bekal Terbaik Menyambut Indonesia Emas 2045

- Pewarta

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puspenma Setjen Kemenag, Ruchman Basori, memaparkan program pembiayaan pendidikan seperti Beasiswa Indonesia Bangkit dan MoRA The Air Funds dalam diskusi terbatas bersama pimpinan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya di Kampus Gunung Anyar, Kamis (11/12/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Kepala Puspenma Setjen Kemenag, Ruchman Basori, memaparkan program pembiayaan pendidikan seperti Beasiswa Indonesia Bangkit dan MoRA The Air Funds dalam diskusi terbatas bersama pimpinan FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya di Kampus Gunung Anyar, Kamis (11/12/2025). (Istimewa/Wawasannews)

SURABAYA, Wawasannews.com – Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama menilai budaya mutu menjadi bekal penting perguruan tinggi menghadapi era persaingan sekaligus menyongsong Indonesia Emas. Salah satu kuncinya adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Hal itu disampaikan Kepala Puspenma Setjen Kemenag, Ruchman Basori, dalam diskusi terbatas bersama pimpinan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, di Kampus Gunung Anyar, Kamis (11/12/2025).

Ruchman memaparkan, rasio lulusan magister dan doktor di Indonesia masih sekitar 0,53 persen. Angka ini dinilai tertinggal dibanding sejumlah negara di kawasan seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand yang disebut telah berada pada kisaran 2,43 persen. Sementara negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, Selandia Baru, Kanada, hingga Jerman disebut sudah mencapai 9,80 persen.

Baca Juga  Forkopimda Kendal Tinjau Lokasi Banjir Plantaran, Kapolres: Pendangkalan dan Sampah Jadi Penyebab Utama

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan sejumlah program pembiayaan pendidikan yang dikelola Puspenma, di antaranya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), MoRA The Air Funds, Program Indonesia Pintar (PIP) untuk pendidikan dasar dan menengah keagamaan, KIP Kuliah, serta berbagai skema investasi pendidikan lainnya.

“Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The Air Funds) menjadi tema menarik untuk para dosen, di tengah anggaran riset yang terbatas,” ujar Ruchman.

Ia menambahkan, Kementerian Agama berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendukung riset-riset pada bidang keagamaan, sosial-humaniora, ekonomi dan lingkungan, sains dan teknologi, hingga kebijakan bidang agama dan pendidikan. Nilai pendanaan riset yang disiapkan disebut berkisar Rp500 juta hingga Rp2 miliar.

Baca Juga  Bupati Kendal Serahkan SK Adiwiyata 2025 untuk 16 Sekolah, Launching Persiapan Nasional 2026

Diskusi terbatas tersebut diikuti jajaran dekanat FISIP UINSA, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, hingga Kaprodi dan Sekprodi.

Ruchman juga mendorong FISIP UINSA menjadi salah satu tujuan calon penerima Beasiswa Indonesia Bangkit, terutama untuk program studi dengan akreditasi unggul. “Prodi pada FISIP UIN Sunan Ampel dengan akreditasi unggul dapat menjadi destinasi bagi calon awardee BIB karena institusi UIN SA juga sudah unggul,” katanya.

Ia menjelaskan, KIP Kuliah menyasar mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik. Sementara beasiswa juga tersedia bagi mereka yang berprestasi tanpa melihat latar belakang ekonomi.

Sementara itu, Dekan FISIP UINSA Abdul Chalik menyampaikan, diskusi menghadirkan Kepala Puspenma untuk memperjelas peluang pembiayaan pendidikan yang bisa dimanfaatkan dalam peningkatan kualitas SDM.

Baca Juga  Mahasiswa UMKABA Dalami Konsep Eco-Industry Lewat Kuliah Kerja Lapangan di Kawasan Industri Kendal

“Saya berharap para dosen memanfaatkan kesempatan studi lanjut S3 di dalam dan luar negeri, karena disediakan anggaran yang cukup dari Kementerian Agama,” ujarnya.

Ia menegaskan FISIP UINSA siap berkolaborasi dan mengimplementasikan program pembiayaan pendidikan, khususnya MoRA The Air Funds dan Beasiswa Indonesia Bangkit.

Forum diskusi berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus pada strategi penguatan kualitas SDM dan perluasan akses pembiayaan pendidikan di lingkungan perguruan tinggi. (fad)

Berita Terkait

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance
Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain
KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan
Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru
Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik
Mensos Tegaskan Keterbukaan Data Bansos demi Penyaluran yang Tepat Sasaran
TNI AU Perkuat Distribusi Logistik untuk Korban Banjir di Sumatra
Kapolres Kendal Tinjau Produksi dan Distribusi Makanan Bergizi Gratis di Brangsong

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:11

Kenaikan Tarif Layanan Kesehatan di Kendal, DPRD Tekankan Check and Balance

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:23

Di Tengah Banjir Kudus, Tawa Anak-Anak Pecah Jadikan Genangan Arena Bermain

Senin, 12 Januari 2026 - 13:32

KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Senin, 12 Januari 2026 - 13:05

Presiden Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi dari Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 - 12:58

Kholid Abdillah Gandeng Fatayat NU Kendal, Dorong Perempuan Aktif Kawal Kebijakan Publik

Berita Terbaru