Sempat Kabur ke Hutan, Paman di Kendal yang Diduga Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap Polisi

- Pewarta

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus dugaan pencabulan anak di Mapolres Kendal, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus dugaan pencabulan anak di Mapolres Kendal, Jumat (29/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Kendal akhirnya berhasil diungkap polisi. Pelaku berinisial AF, warga Kecamatan Brangsong, kini sudah diamankan setelah sempat melarikan diri usai kasus tersebut mencuat.

Kasus ini sebelumnya ramai dibicarakan warga dan viral di media sosial karena korban masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan pelaku.

AF diduga melakukan perbuatan cabul terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 10 tahun.

Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar mengatakan Satreskrim bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA langsung bergerak setelah menerima laporan dari keluarga korban.

Menurut Kapolres, setelah mengetahui dirinya dilaporkan, pelaku sempat melarikan diri ke kawasan hutan di Kaliwungu Selatan.

Petugas kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Semarang pada 24 Mei 2026.

“Pelaku sebelumnya sempat kabur ke hutan di Kaliwungu Selatan dan akhirnya berhasil kita tangkap di Semarang kurang dari 24 jam,” kata Hendry saat konferensi pers, Jumat (29/5).

Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Kendal untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres menjelaskan korban dalam kasus tersebut masih berstatus anak di bawah umur dan merupakan kerabat dekat pelaku sendiri.

“Korban masih kerabat pelaku. Masih di bawah umur. Berusia 10 tahun,” ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga memanfaatkan kondisi rumah korban yang sedang sepi.

Saat tidak ada orang lain di rumah, pelaku disebut melakukan perbuatan cabul terhadap korban.

Polisi menyebut kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan dugaan pencabulan tersebut kepada pihak berwajib.

Setelah laporan diterima, petugas langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku yang diketahui melarikan diri.

Pencarian dilakukan hingga ke beberapa lokasi, termasuk kawasan hutan di Kaliwungu Selatan yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.

Namun dalam waktu singkat, polisi akhirnya berhasil mengetahui keberadaan AF di Semarang dan langsung melakukan penangkapan.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Hingga kini penyidik masih terus melakukan pemeriksaan untuk melengkapi proses hukum terhadap pelaku.

Dalam penanganan kasus ini, Polres Kendal juga berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kendal serta Dinas Sosial.

Pendampingan dilakukan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis dan mental korban.

Korban saat ini disebut sudah mendapat penanganan dan pendampingan khusus agar kondisi emosionalnya dapat pulih secara bertahap.

Kasus tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat karena melibatkan anak di bawah umur dan dilakukan oleh anggota keluarga sendiri.

Warga juga sempat ramai membicarakan kasus ini di media sosial dan meminta aparat bergerak cepat menangkap pelaku.

Kapolres Kendal memastikan proses hukum terhadap AF akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 473 ayat 4 KUHP atau Pasal 415 huruf b KUHP.

Pelaku terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui adanya kekerasan atau pelecehan terhadap anak di lingkungan sekitar.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

TRAC DAKAR Diluncurkan, Kendal Targetkan Respons Kebakaran Maksimal 15 Menit
Buntut Penolakan Telur Koperasi, KPUS Minta SPPG di Tlahab Disuspend
Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman
Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah
Sidak Temukan IPAL Bermasalah, Tiga SPPG di Kendal Terancam Suspend jika Mangkir Perbaikan
PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan
Kapolda Jateng Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Harus Dirasakan Lewat Kerja Nyata
Atasi Kekeringan dan Buka Peluang Ekonomi, Tambahsari Mulai Kembangkan Kaliringin Park

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:05

TRAC DAKAR Diluncurkan, Kendal Targetkan Respons Kebakaran Maksimal 15 Menit

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05

Buntut Penolakan Telur Koperasi, KPUS Minta SPPG di Tlahab Disuspend

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:24

Perkuat Inklusivitas dan Isu Penguatan Partai Politik, DPW PKB Jateng Terima Kunjungan Utusan Partai Hijau Jerman

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10

Sambut Ribuan Pelajar NU se-Indonesia, Pemkab Kendal Siap Sukseskan Kongres XXI IPNU dan XX IPPNU di Ponpes Darul Amanah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:56

PKB Siapkan Rp 1 Miliar untuk Santri, Pesantren Digital hingga Sholawat Idol Jadi Andalan

Berita Terbaru

Secret Link