Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional

- Pewarta

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Proses penelitian lapangan bersama tim akademisi dalam pengambilan sampel lingkungan di kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen. (Istimewa/wawasannews).

Proses penelitian lapangan bersama tim akademisi dalam pengambilan sampel lingkungan di kawasan Karst Gombong Selatan, Kebumen. (Istimewa/wawasannews).

KEBUMEN, Wawasannews.com – Kiprah anak muda daerah kembali mencuri perhatian. Seorang aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) asal Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, konsisten terlibat dalam penelitian lingkungan kawasan Karst Gombong Selatan bersama akademisi nasional hingga peneliti internasional asal China.

Aktivis tersebut adalah Naufal Abdi Valencia, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PAC IPNU Kecamatan Buayan. Di tengah aktivitas organisasi kepelajaran, Naufal aktif mendampingi berbagai penelitian lapangan terkait lingkungan, hidrogeologi, serta potensi kawasan karst tropis yang memiliki peran strategis sebagai daerah tangkapan air.

Keterlibatan Naufal tidak hanya sebatas peserta pendamping. Ia juga berperan sebagai asisten lapangan sekaligus penghubung antara tim peneliti dengan masyarakat lokal di kawasan penelitian.

Baca Juga  Ketua Bapemperda Kendal Soroti Peningkatan PAD dan Investasi di Rakornas Kendari

Beberapa penelitian yang diikutinya melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.

Salah satu riset yang diikuti Naufal berjudul Carbon Sequestration Potential of Mixed Garden Land Use in the Gombong Tropical Karst Landscape of Central Java, Indonesia. Penelitian tersebut mengkaji potensi penyerapan karbon di bentang alam Karst Gombong Selatan dan dipimpin sejumlah akademisi, termasuk Tjahyo Nugroho Adji dan Eko Haryono.

Menurut Naufal, keterlibatannya dalam penelitian merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar, khususnya kawasan karst yang memiliki nilai ekologis tinggi bagi masyarakat.

“Sebagai anak muda, kita harus melek terhadap kondisi lingkungan di daerah sendiri. Penelitian ini penting untuk mengetahui potensi sekaligus kondisi kawasan Karst Gombong Selatan, terutama daerah tangkapan air Kalisirah,” ujarnya.

Baca Juga  Musim Kemarau, Delapan Kelurahan di Kendal Justru Dilanda Banjir

Tak hanya aktif bersama peneliti dalam negeri, Naufal juga turut mendampingi peneliti internasional asal China dalam kegiatan observasi lapangan di Karst Gombong Selatan pada 2 Mei 2026 lalu.

Kehadirannya dinilai menjadi bukti bahwa anak muda daerah mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan konservasi lingkungan berbasis masyarakat.

Selain itu, Naufal juga tercatat terlibat dalam karya intelektual bidang lingkungan berjudul Hidrogeokimia dan Kualitas Air Mata Air dan Sungai Bawah Tanah Kawasan Karst Karangbolong, Kabupaten Kebumen bersama Gangsar Edi Laksono.

Berdasarkan data SINTA, karya tersebut telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 2025, dengan Naufal tercatat sebagai salah satu inventor atau kolaborator.

Baca Juga  HBP ke-62, Lapas Kendal Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan

Aktivitas ini menunjukkan kader muda NU tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga hadir dalam isu strategis seperti konservasi lingkungan, penelitian ilmiah, dan pelestarian kawasan karst.

Naufal berharap semakin banyak generasi muda di Kebumen ikut peduli terhadap keberadaan Karst Gombong Selatan sebagai bentang alam penting yang menopang kehidupan masyarakat sekitar.

Pewarta : Valencia/Fuad
Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026
Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam
Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional
Harga Pangan Nasional Masih Membara, Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kg
PHRI Kendal Didorong Jadi Ujung Tombak Investasi Hotel dan Restoran Baru
Akhir Musim Makin Tegang, Persib Bandung dan Borneo FC Adu Mental Juara
Tak Cuma Mengaji, Santri Ponpes Kendal Lolos O2SN Jateng Lewat Renang
Truk Patah As di Kalibodri Saat Contraflow, Pantura Kendal Macet 5 Kilometer

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:54

Tak Hanya Organisasi, Aktivis Muda NU Kebumen Turut Andil dalam Riset Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:50

341 Ribu Anak Tak Sekolah, Zainudin PKB: Jateng Hadapi Darurat Pendidikan 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:09

Ponpes Darul Muqorrobin Cetak Dua Hafidz Baru, Satu Santri Datang dari Batam

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:28

Tak Hanya WNA, Imigrasi Kejar 15 Sponsor Sindikat Judi Online Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:15

Harga Pangan Nasional Masih Membara, Cabai Rawit Tembus Rp74 Ribu per Kg

Berita Terbaru