KEBUMEN, Wawasannews.com – Kiprah anak muda daerah kembali mencuri perhatian. Seorang aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) asal Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, konsisten terlibat dalam penelitian lingkungan kawasan Karst Gombong Selatan bersama akademisi nasional hingga peneliti internasional asal China.
Aktivis tersebut adalah Naufal Abdi Valencia, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PAC IPNU Kecamatan Buayan. Di tengah aktivitas organisasi kepelajaran, Naufal aktif mendampingi berbagai penelitian lapangan terkait lingkungan, hidrogeologi, serta potensi kawasan karst tropis yang memiliki peran strategis sebagai daerah tangkapan air.
Keterlibatan Naufal tidak hanya sebatas peserta pendamping. Ia juga berperan sebagai asisten lapangan sekaligus penghubung antara tim peneliti dengan masyarakat lokal di kawasan penelitian.
Beberapa penelitian yang diikutinya melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Salah satu riset yang diikuti Naufal berjudul Carbon Sequestration Potential of Mixed Garden Land Use in the Gombong Tropical Karst Landscape of Central Java, Indonesia. Penelitian tersebut mengkaji potensi penyerapan karbon di bentang alam Karst Gombong Selatan dan dipimpin sejumlah akademisi, termasuk Tjahyo Nugroho Adji dan Eko Haryono.
Menurut Naufal, keterlibatannya dalam penelitian merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekitar, khususnya kawasan karst yang memiliki nilai ekologis tinggi bagi masyarakat.
“Sebagai anak muda, kita harus melek terhadap kondisi lingkungan di daerah sendiri. Penelitian ini penting untuk mengetahui potensi sekaligus kondisi kawasan Karst Gombong Selatan, terutama daerah tangkapan air Kalisirah,” ujarnya.
Tak hanya aktif bersama peneliti dalam negeri, Naufal juga turut mendampingi peneliti internasional asal China dalam kegiatan observasi lapangan di Karst Gombong Selatan pada 2 Mei 2026 lalu.
Kehadirannya dinilai menjadi bukti bahwa anak muda daerah mampu berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan konservasi lingkungan berbasis masyarakat.
Selain itu, Naufal juga tercatat terlibat dalam karya intelektual bidang lingkungan berjudul Hidrogeokimia dan Kualitas Air Mata Air dan Sungai Bawah Tanah Kawasan Karst Karangbolong, Kabupaten Kebumen bersama Gangsar Edi Laksono.
Berdasarkan data SINTA, karya tersebut telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada 2025, dengan Naufal tercatat sebagai salah satu inventor atau kolaborator.
Aktivitas ini menunjukkan kader muda NU tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, tetapi juga hadir dalam isu strategis seperti konservasi lingkungan, penelitian ilmiah, dan pelestarian kawasan karst.
Naufal berharap semakin banyak generasi muda di Kebumen ikut peduli terhadap keberadaan Karst Gombong Selatan sebagai bentang alam penting yang menopang kehidupan masyarakat sekitar.
Pewarta : Valencia/Fuad
Editor : Riyadi









