Indonesia Desak PBB Usut Tuntas Serangan terhadap Personel TNI di Lebanon

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memberi penghormatan kepada jenazah anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (4/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Arsip - Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memberi penghormatan kepada jenazah anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (4/4/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan terhadap personel TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL).

Di kutip dari antaranews.com, Pelaksana Tugas Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Rompis, menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima hasil penyelidikan awal terkait dua insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, Indonesia juga mendesak semua pihak untuk mengadili pelaku serta memastikan adanya akuntabilitas atas serangan terhadap personel penjaga perdamaian.

Baca Juga  Kemalasan yang Diam-Diam Menjauhkan Kita dari Mimpi

Veronica menegaskan bahwa hasil investigasi yang diterima saat ini masih bersifat awal, sehingga Indonesia masih menunggu hasil penyelidikan secara penuh.

Sementara itu, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan bahwa satu personel Indonesia gugur pada 29 Maret akibat proyektil tank Merkava milik militer Israel. Sedangkan dua personel lainnya gugur pada 30 Maret akibat ledakan alat peledak rakitan (IED).

Menurutnya, berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian, perangkat peledak tersebut kemungkinan dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia baru menerima laporan untuk dua insiden awal tersebut. Ia menambahkan, penyelidikan terkait insiden terbaru pada 3 April masih terus berlangsung.

Baca Juga  Apa Kata Arne Slot Setelah Liverpool Dikalahkan Manchester United

“Kami terus meminta agar insiden ketiga pada 3 April dilanjutkan proses penyelidikannya,” ujarnya.

Yvonne menegaskan bahwa Indonesia mendesak agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

Pemerintah Indonesia juga terus mengambil langkah-langkah pengamanan guna memastikan keselamatan personel TNI yang masih bertugas di bawah misi UNIFIL. (Red)

Hingga saat ini, tercatat tiga personel TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam serangan saat menjalankan tugas di Lebanon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPN Ganda Dinilai Hambat Industri Film, DPR Dorong Reformasi Kebijakan dan Pemerataan Layar Bioskop
Polres Kendal Gelar Rakor Lintas Sektoral, Tangani Polemik KSP Bhakti Makmur Jaya dan Cegah Konflik Sosial
36 Persen Kecelakaan di Kendal Terjadi di Jalur Weleri–Sukorejo, Polisi Pastikan Nihil Korban Jiwa
Pertemuan Ahmad Luthfi dan Gus Yusuf, Bahas Kemiskinan dan Stabilitas Energi
Polemik Tunggakan Supplier, SPPG Protomulyo Terancam Ditutup Sementara
Bupati Kendal Luncurkan “Bunda Melati Plus”, Inovasi Layanan Adminduk Sejak Dini Terintegrasi BPJS dan Faskes
Hari Nelayan Nasional, Sarif Abdillah Tekankan Kesejahteraan Nelayan sebagai Prioritas
Tagihan Ratusan Juta Belum Dibayar, Suplyer Datangi SPPG Protomulyo Kendal

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 17:03

PPN Ganda Dinilai Hambat Industri Film, DPR Dorong Reformasi Kebijakan dan Pemerataan Layar Bioskop

Rabu, 8 April 2026 - 15:59

Indonesia Desak PBB Usut Tuntas Serangan terhadap Personel TNI di Lebanon

Rabu, 8 April 2026 - 14:10

Polres Kendal Gelar Rakor Lintas Sektoral, Tangani Polemik KSP Bhakti Makmur Jaya dan Cegah Konflik Sosial

Selasa, 7 April 2026 - 18:17

36 Persen Kecelakaan di Kendal Terjadi di Jalur Weleri–Sukorejo, Polisi Pastikan Nihil Korban Jiwa

Selasa, 7 April 2026 - 12:21

Pertemuan Ahmad Luthfi dan Gus Yusuf, Bahas Kemiskinan dan Stabilitas Energi

Berita Terbaru