JAKARTA, Wawasannews.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kepolisian Makau (MJP), China sebagai langkah krusial dalam memperkuat upaya kontraterorisme.
Di kutip dari antaranews.com, Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara BNPT RI dan Kepolisian Makau yang berlangsung di Sentul, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Direktur Kerja Sama Bilateral BNPT RI Brigadir Jenderal Polisi Dhani Hernando menyebutkan bahwa kerja sama ini tidak sekadar bersifat formalitas diplomatik, melainkan sebagai upaya membangun rasa saling percaya (mutual trust) dalam koordinasi berkelanjutan di bidang kontraterorisme.
“Pertemuan pertama ini merupakan dasar strategis untuk membina saling percaya, memperdalam pemahaman kelembagaan, dan mengembangkan kerangka kerja yang berkelanjutan untuk koordinasi antara lembaga,” ujar Dhani dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Melalui pertemuan perdana tersebut, BNPT RI memperkuat kerja sama internasional dengan fokus pada perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri serta berbagi praktik terbaik dalam penanganan terorisme.
Tercatat, sekitar 8.000 WNI tinggal dan bekerja di Makau. Oleh karena itu, kehadiran kerja sama ini dinilai penting untuk menjaga keselamatan publik serta memitigasi potensi risiko ekstremisme.
Dhani menilai, pertemuan ini memiliki makna strategis karena menjadi momentum awal dalam memperkuat dialog dan kerja sama yang lebih erat, khususnya dalam konteks perlindungan warga negara dan pertukaran praktik terbaik.
Sementara itu, Ketua Delegasi Makau sekaligus Deputy Director MJP Lai Man Vai menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pihak Indonesia.
Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan budaya dan struktur populasi, kedua pihak memiliki tujuan yang sama dalam melindungi warga negara.
“Kita memiliki perbedaan dalam budaya dan struktur populasi kita, tapi kita memiliki tujuan dan sasaran yang sama, yaitu melindungi warga negara kita,” ujar Lai Man Vai.
Ia juga berharap kerja sama antara Indonesia dan Makau dapat terus diperkuat untuk mencapai tujuan bersama secara lebih efektif.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas potensi kerja sama lain, seperti upaya pencegahan radikalisasi dan ekstremisme kekerasan, pembangunan kapasitas, hingga pelatihan bersama.
Rangkaian kunjungan delegasi ditutup dengan peninjauan langsung program deradikalisasi di Lapas Kelas II B Sentul, yang menunjukkan pendekatan Indonesia dalam menyeimbangkan langkah keamanan dengan program rehabilitasi dan reintegrasi. (red)









