JAKARTA, Wawasannews.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berperan aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di pasar global melalui program SMK Go Global.
Di kutip dari antaranews.com, Ajakan tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri acara pelepasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dalam rangka program SMK Go Global di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (3/4/2026).
“Kita akan dorong BUMN-BUMN semakin banyak menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri,” ujar Muhaimin.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa penganggaran melalui APBN juga didorong untuk mendukung berbagai komponen biaya yang berkaitan dengan kesiapan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
“Sambil proses APBN, kita juga akan dorong untuk memberikan post-structure, pelatihan, dan berbagai aktivitas menyangkut kesiapan tenaga kerja di luar negeri,” tambahnya.
Menurutnya, program SMK Go Global mendapat perhatian besar dari Presiden RI Prabowo Subianto, sehingga diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak untuk mendukung keberhasilannya.
Muhaimin juga mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk melakukan pembenahan agar mampu membangun ekosistem tenaga kerja berstandar global, sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
“SMK kita mau tidak mau harus menyesuaikan diri. Di balik program SMK Global ini, ada SMK-SMK yang harus berbenah. Saya terus mendorong agar SMK-SMK kita berbenah secepat-cepatnya dan mengambil peluang ini semaksimal mungkin agar talenta-talenta kita siap bersaing,” tegasnya.
Sebagai implementasi awal, sebanyak 200 calon PMI diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) sektor manufaktur dengan dukungan pembiayaan dari program CSR BUMN.
Para calon pekerja tersebut terdiri dari 50 orang melalui program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui program CSR PT Kereta Api Indonesia, serta 120 orang melalui fasilitasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menyiapkan talenta Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi representasi kualitas tenaga kerja nasional. (red)









