KENDAL, Wawasannews.com — Momentum bulan Syawal dimanfaatkan para alumni Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi yang tergabung dalam AL ADAB FISSALAM Kabupaten Kendal untuk menggelar kegiatan Halal Bihalal (HBH) sekaligus rutinan selapanan pengaosan Kitab Ihya’ Ulumiddin Juz 3 dan dzikir syafa’ah.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman KH. Fatkhur Rohman Al Hafidz, Johorejo, Gemuh, Kendal, pada Selasa malam (31/3/2026) pukul 20.00 WIB hingga selesai.
Acara ini dihadiri para alumni, tokoh masyarakat, serta walisantri yang masih aktif memondokkan anaknya di Blokagung. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat rabitah (ikatan batin) antaralumni sekaligus menjaga tradisi keilmuan pesantren.
Ketua Alumni AL ADAB FISSALAM Kendal, Burhanuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa selapanan kali ini menjadi penutup rangkaian kegiatan sebelumnya sekaligus awal lembaran baru bagi para alumni.
“Di bulan Syawal ini adalah selapanan penutup. Semoga awal selapanan berikutnya menjadi lembaran baru yang lebih semangat dan istiqomah dalam ngaji Ihya’,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan pesantren asal. Menurutnya, rabitah kepada Blokagung melalui kegiatan kealumnian menjadi modal utama untuk terus mendapatkan rida dan keberkahan para guru.
Sementara itu, perwakilan AL ADAB Pusat, Ustadz Nur Fatoni Yahya, menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Blokagung tetap konsisten menjaga tradisi salaf, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menyebut, saat ini Blokagung telah memiliki berbagai unit pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

“Pesantren Blokagung tetap istiqomah dengan tradisi salaf, tetapi juga mengikuti perkembangan zaman. Unit pendidikannya lengkap, dari PAUD hingga perguruan tinggi seperti UIMSYA, Ma’had Aly, dan Politeknik Darussalam,” tuturnya.
Ia menambahkan, kelengkapan fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para walisantri dalam menentukan masa depan pendidikan anak-anak mereka.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Ali Mahfudz Syafa’at yang membacakan Kitab Ihya’ Juz 3 menyampaikan pesan penting terkait kewajiban menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa mencari ilmu merupakan perintah Allah sehingga tidak perlu diragukan.
“Urusan mencari ilmu itu perintah Allah Ta’ala. Maka jangan sampai kita sebagai orang tua ragu, karena Allah pula yang akan mencukupkan,” ungkapnya.
Ia juga menilai kegiatan kealumnian seperti ini memiliki nilai keberkahan khas dari tradisi pesantren. Selain itu, ia mengingatkan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab sesuai dengan peran dan kedudukannya di masyarakat.
Menutup tausiyahnya, KH. Ali Mahfudz Syafa’at mengingatkan pentingnya doa dalam setiap kondisi kehidupan.
“Jangan jadikan doa seperti obat yang digunakan saat sakit saja, tetapi jadikan doa seperti udara yang selalu hadir dalam setiap kondisi,” pesannya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya ikatan spiritual serta komitmen alumni dalam melestarikan tradisi keilmuan pesantren di tengah tantangan era digital.
Pewarta : Auliya As
Editor : Riyadi









