SEMARANG, Wawasannews.com – Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Tengah, Muhamad Irfan Khamid, menegaskan bahwa Majalah Mopdik memiliki peran strategis sebagai media penguatan literasi sekaligus ruang ekspresi bagi pelajar Nahdlatul Ulama di lingkungan sekolah dan madrasah.
Hal tersebut disampaikan Irfan saat menghadiri rapat redaksi Majalah Mopdik yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah di Semarang, Kamis (12/3/2026). Rapat tersebut membahas target peningkatan produksi Majalah Mopdik hingga 30 ribu eksemplar pada tahun 2026.
Menurut Irfan, keberadaan Majalah Mopdik tidak hanya sekadar menjadi media bacaan bagi pelajar, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi kader IPNU untuk mengembangkan tradisi literasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara konstruktif.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Majalah Mopdik harus menjadi ruang ekspresi bagi pelajar NU. Di sana kader IPNU bisa menulis, menyampaikan gagasan, serta mengasah tradisi literasi sejak dini,” ujarnya.
Ia menilai keterlibatan pelajar dalam penulisan konten majalah akan membuat Mopdik lebih hidup dan relevan dengan dinamika dunia pelajar saat ini. Selain itu, majalah tersebut juga dinilai mampu menjadi sarana strategis dalam memperkuat proses kaderisasi organisasi pelajar di lingkungan sekolah dan madrasah Ma’arif.
PW IPNU Jawa Tengah, lanjut Irfan, siap menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna mengawal distribusi serta pemanfaatan Majalah Mopdik di sekolah-sekolah Ma’arif, sekaligus memperkuat keberadaan komisariat IPNU di tingkat satuan pendidikan.
“Kami berharap Mopdik benar-benar dimanfaatkan oleh pelajar sebagai media literasi dan kaderisasi. Dengan begitu, pelajar NU tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki tradisi membaca dan menulis yang kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah cetak Majalah Mopdik merupakan bagian dari strategi penguatan literasi pelajar di lingkungan pendidikan Ma’arif.
Menurutnya, pada tahun 2025 Majalah Mopdik tercetak sekitar 18 ribu eksemplar, sedangkan pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 30 ribu eksemplar.
“Namun bukan hanya jumlahnya yang kita perhatikan, kualitasnya juga harus dijaga. Tampilannya harus menarik dan ‘kece’ agar diminati para pelajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Majalah Mopdik diharapkan tidak hanya menjadi bacaan biasa, tetapi juga menjadi suplemen pengetahuan sekaligus media pembentukan karakter bagi pelajar Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap banyak tulisan berasal dari kader IPNU dan IPPNU, sehingga majalah ini benar-benar menjadi ruang ekspresi serta kreativitas pelajar,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PW Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah, Dwi Sangita, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan literasi pelajar melalui Majalah Mopdik sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah di kalangan generasi muda.
Rapat redaksi tersebut menjadi bagian dari langkah strategis LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dalam meningkatkan produksi Majalah Mopdik, sekaligus memperkuat budaya literasi dan kaderisasi organisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah.
Pewarta : Fuad Dwi
Editor : Riyadi











