KH Yusuf Chudlori Soroti Lemahnya Regulasi Day Care, Minta Evaluasi Total

- Pewarta

Selasa, 28 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Yusuf Chudlori pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo Magelang. (Istimewa/Wawasannews)

KH Yusuf Chudlori pengasuh pondok pesantren API Tegalrejo Magelang. (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kasus yang mencuat di sejumlah layanan penitipan anak (day care) di Yogyakarta menjadi sorotan serius karena dinilai membuka celah dalam sistem regulasi dan pengawasan pengasuhan anak di Indonesia.

Pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang sekaligus Pembina Forum Guyub Nusantara, KH Yusuf Chudlori, menilai peristiwa tersebut bukan sekadar insiden, melainkan cerminan lemahnya tata kelola layanan day care yang perlu segera dibenahi secara menyeluruh.

Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat kekurangan dalam sistem perizinan serta pengawasan berkala dari instansi terkait. Kondisi ini berpotensi membuat sejumlah layanan penitipan anak beroperasi tanpa standar yang jelas, baik dari sisi keamanan, kualitas pengasuhan, maupun kompetensi tenaga pengasuh.

“Negara harus hadir secara nyata. Ini menyangkut keamanan dan kualitas pengasuhan anak, tidak boleh ada celah,” tegasnya saat ditemui di Kendal, Selasa (28/3/2026).

Ia menekankan pentingnya evaluasi total terhadap regulasi yang ada, termasuk pengetatan sistem perizinan dan penguatan pengawasan di lapangan. Menurutnya, layanan day care menyangkut aspek fundamental, yakni keselamatan dan tumbuh kembang anak sebagai generasi masa depan.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah segera menyusun regulasi yang lebih komprehensif disertai implementasi yang konsisten. Pengawasan juga perlu dilakukan secara berkala oleh dinas terkait guna memastikan seluruh layanan memenuhi standar minimum yang ditetapkan.

“Akuntabilitas harus diperkuat, dan pemantauan dilakukan secara rutin. Ini penting agar masyarakat merasa aman dan percaya terhadap layanan pengasuhan anak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa langkah konkret, potensi terulangnya kasus serupa masih sangat terbuka. Oleh karena itu, momentum ini dinilai penting sebagai titik awal pembenahan sistem day care secara nasional.

Dengan penguatan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan layanan penitipan anak di Indonesia dapat berkembang menjadi lebih aman, terstandar, serta mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak.

Pewarta : Zidnal

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda
PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029
Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal
Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor
Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar
Petani Muda Kendal Disiapkan Hadapi Era Pertanian Modern Berbasis AI
Usai Dipanggil Polda Jateng, DPRD Kendal Minta Mora Sandhy Tak Ikuti Agenda Kedewanan Sementara
PSIS Semarang Resmi Pertahankan Raffinha, Penyerang Brasil Ini Siap Antar Mahesa Jenar Kejar Promosi

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30

Mahfud Sodiq: 2.503 Anggota Pramuka Kendal Lolos Seleksi Ketat Raih Predikat Pramuka Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:56

PKB Kendal Gelar Ta’aruf dan Upgrading Pengurus, Bidik Hattrick Pemilu 2029

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:42

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:54

Dengar Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Kendal Dorong Program Agroforestry untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:58

Kendal Open Fair 2026 Ditutup dengan Kendal Bersholawat, Dikunjungi 462 Ribu Orang dan Catat Omzet Rp60,65 Miliar

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Andi Nur Alam Syah, menyerahkan secara simbolis bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat kunjungan kerja di Dukuh Saren, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Jawa Tengah

Kementan Salurkan Bantuan Alsintan dan Pompa Air di Kendal

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:42