Produksi Telur Nasional Surplus, Distribusi Jadi Biang Kerok Harga Tinggi

- Pewarta

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala KPUS Kendal Suwardi saat mengikuti rapat koordinasi persiapan HBKN bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional.(Dok Pribadi/Wawasan)

Kepala KPUS Kendal Suwardi saat mengikuti rapat koordinasi persiapan HBKN bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional.(Dok Pribadi/Wawasan)

 

KENDAL, Wawasannews.com – Di tengah tingginya kebutuhan pangan jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, menegaskan bahwa produksi telur ayam ras nasional sejatinya sudah mencukupi, bahkan mendekati surplus. Namun, persoalan klasik berupa distribusi yang belum merata masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Suwardi usai mengikuti rapat koordinasi persiapan HBKN bersama Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, di Jakarta, beberapa hari lalu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suwardi yang juga anggota DPRD Kabupaten Kendal mengungkapkan, saat ini produksi telur nasional mencapai 18.100 ton per hari atau setara dengan sekitar 289 juta butir telur. Sementara kebutuhan nasional berada di angka 17.200 ton per hari.

Baca Juga  Mensos Pastikan Pengobatan Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta Gratis

“Kalau melihat data tersebut, produksi telur nasional sebenarnya sudah mencukupi. Bahkan bisa dikatakan aman. Namun tantangannya ada pada distribusi yang belum merata, terutama di wilayah Indonesia bagian timur,” kata Suwardi, Jumat (23/1/2026).

Ketimpangan distribusi itu, lanjutnya, berdampak langsung pada harga telur di sejumlah daerah yang masih melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2025.

“Karena penyebaran pasokan belum optimal, masih ada daerah-daerah di Indonesia timur yang harga telurnya menembus HAP,” terangnya.

Tak hanya soal distribusi, Suwardi juga menyoroti meningkatnya biaya produksi peternak yang kian memberatkan. Kenaikan harga Day Old Chick (DOC) serta Soybean Meal (SBM) sebagai bahan baku utama pakan ayam dinilai menjadi tekanan serius bagi peternak rakyat.

Baca Juga  Inter Gusur Puncak Klasemen Usai Kalahkan Genoa 2-0, Chivu Puji Ketangguhan Tim

“Kenaikan harga DOC dan SBM berdampak langsung pada ongkos produksi. Kami berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret agar beban peternak bisa ditekan,” ujarnya.

Meski demikian, Suwardi mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian, khususnya melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) yang dinilainya berhasil menjaga produksi telur nasional tetap stabil dan mendekati kondisi surplus.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga, terutama menjelang HBKN dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengandalkan telur dan daging ayam sebagai sumber protein utama.

Sebelumnya, Dirjen PKH Kementerian Pertanian, Agung Suganda, disebut telah merespons cepat keluhan peternak dengan mengundang para pelaku usaha dalam rapat koordinasi. Dalam arahannya, Agung meminta integrator pembibitan dan importir SBM untuk berkolaborasi serta mengutamakan pemenuhan kebutuhan peternak rakyat.(Red)

Baca Juga  ASN Satpol PP Kendal Meninggal di Tambak, Polisi Sebut Ada Riwayat Penyakit Jantung

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

King MU Bidik Tiga Poin di London Stadium, West Ham Siap Hadang Laju Setan Merah
Gebyar Sholawat Gus Azmi Meriahkan Penarikan KKN STIK 2026 di Desa Galih Kendal
Gema Keadilan Kendal Lantik Pengurus Baru 2026–2031, Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental Pelajar
PAC IPNU-IPPNU Weleri Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kaderisasi dan Spiritualitas Pelajar NU
Cegah Banjir dan Longsor, GP Ansor Kendal Tanam 2.000 Pohon di Lereng Gunung Prau
Satlantas Polres Kendal Sosialisasikan Ops Keselamatan Candi 2026 Lewat Art Policing di Stadion Kebondalem
Mundur dari PKB, Gus Yusuf Chudlori Kian Menguat di Bursa Ketua Umum PBNU
Tiga Pemuda Hanyut di Sungai Bodri Kendal, Satu Korban Masih Dalam Pencarian

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:23

King MU Bidik Tiga Poin di London Stadium, West Ham Siap Hadang Laju Setan Merah

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:03

Gebyar Sholawat Gus Azmi Meriahkan Penarikan KKN STIK 2026 di Desa Galih Kendal

Senin, 9 Februari 2026 - 20:18

Gema Keadilan Kendal Lantik Pengurus Baru 2026–2031, Perkuat Kepedulian Kesehatan Mental Pelajar

Senin, 9 Februari 2026 - 20:07

PAC IPNU-IPPNU Weleri Resmi Dilantik, Siap Perkuat Kaderisasi dan Spiritualitas Pelajar NU

Senin, 9 Februari 2026 - 13:35

Cegah Banjir dan Longsor, GP Ansor Kendal Tanam 2.000 Pohon di Lereng Gunung Prau

Berita Terbaru