Ponpes Al Falah Ploso Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh 20 Maret 2026, Berpotensi Berbeda dengan Pemerintah

- Pewarta

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. (Istimewa/Wawasannews)

Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur. (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Menjelang akhir Ramadan, sejumlah lembaga keagamaan mulai mengumumkan penetapan awal Syawal 1447 Hijriah. Salah satunya datang dari Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, yang menetapkan Hari Raya Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Di kutip dari informasi.com, Pengumuman tersebut disampaikan melalui kanal resmi pesantren berdasarkan hasil perhitungan tim Lajnah Falakiyah internal. Penetapan ini mengacu pada metode hisab dengan mempertimbangkan posisi hilal pada akhir Ramadan.

Dewan mufattisy Ponpes Al Falah Ploso, Kyai Ma’shum, menjelaskan bahwa ijtimak akhir Ramadan 1447 H terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026. Pada saat matahari terbenam, posisi hilal telah berada di atas ufuk dengan ketinggian sekitar 5 derajat 12 menit.

Baca Juga  Renang Indonesia Tambah Perak dan Perunggu di SEA Games Thailand 2025

“Dengan posisi hilal yang sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria, maka malam itu sudah masuk 1 Syawal. Sehingga Idulfitri ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026,” jelasnya dalam keterangan daring.

Keputusan ini sejalan dengan penetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sebelumnya juga menetapkan 1 Syawal 1447 H pada tanggal yang sama, menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Meski demikian, potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di Indonesia masih terbuka. Pemerintah melalui Kementerian Agama dijadwalkan menggelar Sidang Isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, untuk menentukan secara resmi awal Syawal.

Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Berdasarkan prediksi sejumlah lembaga seperti BRIN dan BMKG, meskipun ketinggian hilal telah memenuhi syarat, namun elongasi diperkirakan belum mencapai batas minimum.

Baca Juga  Tawuran di Kendal Memakan Korban, Anggota Gangster Diamankan Polisi

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memproyeksikan kemungkinan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Terlepas dari potensi perbedaan tersebut, keputusan Ponpes Al Falah Ploso memiliki pengaruh yang cukup kuat, khususnya di kalangan santri dan alumni yang tersebar di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan peran penting lembaga pesantren dalam memberikan pedoman keagamaan di tengah masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Banjarmasin Masuk Peta Pembinaan Nasional Sepak Bola Putri Lewat MLSC
Fraksi PKB DPRD Jateng Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Pati
Kyai di Pati Tersandung Kasus Asusila, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban
Enam Siswa SMA NU 05 Brangsong Lolos Perguruan Tinggi, Warnai Purnawiyata 2026
KEK Kendal Jadi Magnet Baru Investasi, Rp1,12 Triliun Masuk dan Serap 1.000 Tenaga Kerja
Gaya Hidup 2026 Makin Sadar: Mental Health, Finansial, dan Fleksibilitas Jadi Kunci
Isu Pengurangan Prodi Menguat, PDKN Hadir Bawa Perspektif Mahasiswa di Hari Pendidikan Nasional
DPRD Kendal Dorong Reaktivasi Stasiun Kaliwungu demi Dongkrak Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 09:21

Banjarmasin Masuk Peta Pembinaan Nasional Sepak Bola Putri Lewat MLSC

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:54

Fraksi PKB DPRD Jateng Desak Pengusutan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati di Pati

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:45

Kyai di Pati Tersandung Kasus Asusila, Puluhan Santriwati Diduga Jadi Korban

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:34

Enam Siswa SMA NU 05 Brangsong Lolos Perguruan Tinggi, Warnai Purnawiyata 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:43

KEK Kendal Jadi Magnet Baru Investasi, Rp1,12 Triliun Masuk dan Serap 1.000 Tenaga Kerja

Berita Terbaru