Kecelakaan Maut di Pantura Cepiring, Pemotor Tertabrak Truk Saat Kontraflow

- Pewarta

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satlantas Polres Kendal bersama pihak terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di jalur kontraflow Pantura Cepiring, Kendal, Selasa (3/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Petugas Satlantas Polres Kendal bersama pihak terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan maut di jalur kontraflow Pantura Cepiring, Kendal, Selasa (3/2/2026). (Istimewa/Wawasannews)

KENDAL, Wawasannews.com – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di jalur Pantura Cepiring, Kabupaten Kendal, Selasa (3/2/2026) pagi. Seorang pengendara sepeda motor dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak truk kontainer di ruas jalan yang sedang diberlakukan sistem kontraflow akibat proyek pengecoran.

Korban diketahui bernama Wahyudi Sampurno (44), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Supra dengan nomor polisi AD-4725-BND dan melaju dari arah Semarang menuju Batang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat memasuki jalur kontraflow di sisi selatan arah Semarang, korban berupaya menyalip kendaraan di depannya yang melaju pelan.

Baca Juga  Banjir di Sumatera Utara Ganggu 495 Site Telekomunikasi, Komdigi dan Operator Lakukan Pemulihan Bertahap

“Korban diduga terburu-buru saat hendak mendahului kendaraan lain, sehingga menyenggol pembatas jalan berupa cor bambu di jalur kontraflow,” ujar Heru.

Akibat senggolan tersebut, motor korban oleng dan terjatuh ke sisi kanan jalan, tepat ke jalur kendaraan dari arah berlawanan. Pada saat bersamaan, sebuah truk kontainer bernomor polisi B-9215-NEH yang dikemudikan Adi Pangestu (25), warga Kabupaten Batang, melintas dengan muatan berat.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat dan kondisi kendaraan bermuatan, pengemudi truk tidak sempat melakukan pengereman secara maksimal. Korban pun terlindas dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Truk bermuatan berat, sehingga tidak memungkinkan untuk berhenti mendadak,” jelas Heru.

Diketahui, jalur Pantura Cepiring saat ini sedang diberlakukan sistem kontraflow sejak 19 Januari hingga 6 Maret 2026. Rekayasa lalu lintas tersebut diterapkan mulai dari depan SMP Negeri 1 Cepiring arah Semarang hingga depan Kantor Kecamatan Patebon arah Jakarta, guna mendukung proses pengecoran jalan nasional. Selain itu, terdapat pula pekerjaan perbaikan di Jembatan Kali Bodri.

Baca Juga  45 Warga Terisolasi, 660 Jiwa Mengungsi akibat Longsor di Situkung Banjarnegara

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih waspada saat melintasi kawasan tersebut, mengingat kondisi lalu lintas yang padat dan perubahan jalur yang cukup rawan.

Terkait insiden ini, Satlantas Polres Kendal juga akan memanggil pihak pemilik proyek untuk dimintai keterangan. Langkah tersebut dilakukan guna menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengaturan proyek dan pengamanan jalur.

“Kami akan memanggil pemilik proyek untuk proses penyelidikan. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak, masih kami dalami,” tegas Heru.

Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Soewondo Kendal untuk proses lebih lanjut. (Zdl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Penjual Nasi Bungkus di Brangsong Tiba-tiba Meninggal di Samping Warungnya
Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif
Puan Maharani Sebut Arah RAPBN 2027 Fokus pada Kebutuhan Rakyat
Tragedi di Sungai Batang Paparian, Pencari Lokan di Pasaman Barat Tewas Diterkam Buaya
Pelayanan SKCK di MPP Kendal Kembali Dibuka, Warga Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres
Kecelakaan Bus Study Tour SMPN 2 Brangsong di Tol Cipali, Siswa Sempat Panik Saat Truk Tiba-tiba Oleng
Usai Juara Thailand Open, Leo/Daniel Ditantang Jaga Konsistensi di Turnamen Berikutnya
Menkeu Pastikan Rupiah Melemah Tak Sama dengan Krisis 1998, Investor Diminta Tak Panik

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:57

Penjual Nasi Bungkus di Brangsong Tiba-tiba Meninggal di Samping Warungnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:32

Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:12

Puan Maharani Sebut Arah RAPBN 2027 Fokus pada Kebutuhan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:06

Tragedi di Sungai Batang Paparian, Pencari Lokan di Pasaman Barat Tewas Diterkam Buaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:55

Pelayanan SKCK di MPP Kendal Kembali Dibuka, Warga Kini Tak Perlu Antre Lama di Polres

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Akhir Penantian, Kendal Kini Punya Sekda Definitif

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:32