Pembawa Acara KTT ASEAN Salah Sebut Prabowo Jadi Jokowi di Malaysia

- Pewarta

Minggu, 26 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto disambut penuh kehangatan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di park entrance, KLCC. Foto/BPMI Setpres

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto disambut penuh kehangatan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di park entrance, KLCC. Foto/BPMI Setpres

MALAYSIA — Suasana sempat mencair dengan tawa ringan saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) untuk menghadiri KTT Ke-47 ASEAN di Malaysia.

Dalam momen penyambutan resmi itu, pembawa acara secara keliru memanggil nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, alih-alih Prabowo.

“Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo,” ucap sang pembawa acara, sebelum Prabowo turun dari mobil dan disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Keduanya tampak saling berjabat tangan dan berbincang hangat sebelum Prabowo melangkah masuk ke arena KTT.

Kehadiran Prabowo di Malaysia menandai partisipasi perdananya dalam forum ASEAN sebagai kepala negara. Selain KTT utama, ia juga dijadwalkan menghadiri sejumlah pertemuan penting, seperti KTT Ke-28 ASEAN Plus Three (China, Jepang, dan Korea Selatan), KTT Ke-20 Asia Timur, serta KTT ASEAN–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Tak hanya itu, Prabowo juga akan menghadiri KTT Peringatan ASEAN–Selandia Baru yang menandai 50 tahun kemitraan dialog kedua pihak.

Rangkaian 25 pertemuan dalam KTT kali ini membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari keamanan energi, ekonomi hijau, hingga sikap ASEAN terhadap krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina. Selain itu, KTT ini juga akan mencatat sejarah baru dengan pengukuhan Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN.

Malaysia selaku tuan rumah menyampaikan bahwa terdapat 14 pertemuan tingkat pemimpin dan 6 pertemuan tingkat menteri, yang menyoroti kerja sama ekonomi digital, perdagangan inklusif, serta kemungkinan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai di kawasan Asia Tenggara. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lebih dari 48 Ribu Tenaga Kerja Terserap, KEK Kendal Terus Buka Peluang Kerja Baru
Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Kesehatan dan Bansos di Jatirejo, 50 Warga Terima Bantuan
Bantu Warga Hadapi Keterbatasan Air, Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Penyaluran Air Bersih
PMII Semarang Bahas Pelemahan Rupiah dan Stabilitas Ekonomi dalam Dialog Bersama Bank Indonesia
DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir
Akumulasi Kemarahan Rakyat, PMII Kota Semarang Menggugat: 500 Massa Turun ke DPRD Jawa Tengah
Ribuan Warga Padati Kaliwungu, Karnaval Tahun Baru Islam 1448 H Berlangsung Meriah
Terobos Rob Sejauh 2 Kilometer, Kapolres Kendal Datangi Warga yang Masih Bertahan di Balok

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:45

Lebih dari 48 Ribu Tenaga Kerja Terserap, KEK Kendal Terus Buka Peluang Kerja Baru

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02

Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Kesehatan dan Bansos di Jatirejo, 50 Warga Terima Bantuan

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:01

Bantu Warga Hadapi Keterbatasan Air, Polres Kendal Gelar Bakti Sosial Penyaluran Air Bersih

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00

PMII Semarang Bahas Pelemahan Rupiah dan Stabilitas Ekonomi dalam Dialog Bersama Bank Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:22

DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir

Berita Terbaru