JAKARTA, Wawasannews.com – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya penguatan karakter peserta didik melalui internalisasi Ikrar Pelajar Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Di kutip dari antaranews.com, Menurutnya, Ikrar Pelajar Indonesia tidak hanya sebatas hafalan, tetapi harus dihayati dan diimplementasikan sebagai landasan pembentukan profil pelajar yang mandiri dan berkarakter kuat.
“Kejujuran adalah pangkal dari prestasi dan capaian-capaian pembelajaran yang kita tetapkan. Itu harus kita implementasikan dalam aktivitas dan pembelajaran kita,” ujar Atip di Jakarta, Selasa.
Ia menyoroti poin pertama dalam ikrar tersebut, yakni keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai tersebut, kata dia, harus dimaknai secara luas dan diwujudkan dalam perilaku nyata, salah satunya melalui sikap jujur dalam proses belajar.
Selain itu, Wamendikdasmen juga mengingatkan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai fondasi utama dalam pendidikan. Ia menegaskan, peran orang tua sangat besar dalam kehidupan anak, sehingga penghormatan kepada mereka menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Sementara itu, penghormatan kepada guru dinilai sebagai kunci terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
“Penghormatan kepada guru adalah pilar penting untuk terciptanya proses pembelajaran yang baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Atip menekankan bahwa tugas utama pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Ia juga menyoroti peran negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjamin kualitas pendidikan yang bermutu.
Menurutnya, peserta didik memiliki peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia.
“Jadi adik-adik semua memiliki tanggung jawab untuk menjadi bagian penting dari hadirnya pendidikan yang bermutu,” kata Atip Latipulhayat. (red)









