BNPB Paparkan Kondisi Terkini Banjir dan Longsor di Tapanuli, Akses Bantuan Terus Diperkuat

- Pewarta

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto (tengah) dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025). (Istimewa/Wawasannews)

Sumatera Utara, Wawasannews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini penanganan banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, per Minggu (30/11/2025). Laporan mencakup data korban jiwa, kondisi pengungsi, serta akses transportasi menuju lokasi terdampak.

Tapanuli Tengah tercatat sebagai wilayah dengan dampak kerusakan paling berat. BNPB melaporkan sebanyak 73 warga meninggal dunia, sementara 104 orang lainnya masih dalam pencarian. Di sisi lain, 508 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat banjir dan longsor yang menerjang pemukiman dan sejumlah fasilitas umum.

Akses darat pada jalur Terutung–Sibolga hingga kini belum dapat dilalui karena tertutup material longsor. Sebagai langkah alternatif, akses udara dari Tapanuli Utara menjadi jalur utama untuk distribusi bantuan dan pergerakan tim darurat. Melalui jalur ini, personel SAR, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik dapat lebih cepat menjangkau wilayah yang sulit ditembus lewat darat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Tapanuli Selatan, BNPB mencatat 52 warga meninggal dunia, 48 orang masih hilang, dan 58 warga lainnya memerlukan perawatan medis. Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa situasi di Tapanuli Selatan secara umum mulai lebih kondusif dibanding hari-hari awal bencana. Akses jalan darat di sejumlah titik telah bisa dilalui dan jaringan layanan vital masih berfungsi, sehingga mempermudah pergerakan bantuan.

BNPB memprioritaskan pembersihan material banjir dan longsor yang menumpuk di pemukiman dan jalur transportasi. Alat berat dikerahkan untuk mengangkat kayu-kayu berukuran besar serta material lain yang menghambat mobilitas warga dan mengganggu aliran sungai.

Percepatan penanganan darurat masih menjadi fokus utama BNPB. Operasi yang dilaksanakan meliputi pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pemulihan akses transportasi dan komunikasi. Hal ini dilakukan melalui sinergi antara BNPB, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan berbagai unsur relawan.

Untuk mendukung penanganan di Tapanuli Tengah, BNPB mengirimkan bantuan logistik pada Minggu (30/11/2025), termasuk sembilan unit genset dan perangkat Starlink yang diterbangkan dari Bandara Silangit menuju Pinangsori. Sebagian bantuan dijatuhkan dari udara ke lokasi yang masih terisolasi, guna memastikan pengungsian dan posko lapangan tetap mendapat suplai energi dan jaringan komunikasi.

Peralatan tersebut digunakan untuk memulihkan konektivitas komunikasi yang sebelumnya terganggu, sehingga koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih optimal. Komunikasi yang stabil menjadi kunci dalam pengaturan distribusi bantuan dan penentuan prioritas wilayah terdampak.

Sementara itu, untuk mendukung penanganan di Tapanuli Selatan, BNPB menyiapkan 100 unit chainsaw (mesin gergaji) tambahan. Alat ini dibutuhkan untuk mempercepat pembersihan tumpukan kayu dan material pepohonan pascabanjir, terutama di sekitar pemukiman, fasilitas umum, dan jalur lalu lintas.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak dan sekitarnya agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, termasuk longsor dan banjir bandang, terutama di kawasan lereng dan sepanjang aliran sungai. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen melanjutkan penanganan darurat hingga situasi benar-benar pulih dan warga dapat kembali beraktivitas dengan lebih aman. (ucl)

Berita Terkait

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD
Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang
Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana
Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi
Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra
Jelang Pemilu 2029, Puan Minta Media Jaga Ruang Publik Tetap Sehat dan Objektif
Menlu Sugiono Apresiasi Dukungan Negara Sahabat untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatra
Indonesia Kirim 48 Cabor ke SEA Games 33, Prabowo Tekankan Kebanggaan dan Kehormatan
Berita ini 6.967 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:40

DPRD Kendal Ngangsu Kaweruh Wisata ke Bantul, Siapkan E-Ticketing untuk Dongkrak PAD

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:22

Hampir 850 Ribu Warga Mengungsi, Korban Jiwa Banjir Bandang Tiga Provinsi Tembus 867 Orang

Sabtu, 6 Desember 2025 - 15:42

Prabowo Jelaskan Alasan Borong Alutsista: 50 Helikopter Dikerahkan ke Daerah Bencana

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:07

Korban Hilang Bencana di Sumut Turun Jadi 160 Orang, Terbanyak di Kabupaten Dairi

Jumat, 5 Desember 2025 - 20:06

Kemenkes Kebut Pemulihan Fasilitas Kesehatan di Wilayah Bencana Sumatra

Berita Terbaru