KENDAL, Wawasannews.com – Tingginya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai 7,9 persen pada 2025 belum sepenuhnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa. Kondisi ini menjadi sorotan Ketua DPRD Kendal, Mahfud Sodiq saat menghadiri kegiatan perluasan kesempatan kerja melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis padat karya infrastruktur.
Mahfud menilai, laju pertumbuhan ekonomi Kendal yang melampaui rata-rata nasional dan Jawa Tengah merupakan capaian positif. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh hanya terkonsentrasi di kawasan industri, melainkan juga harus dirasakan masyarakat kecil, khususnya di sektor pertanian dan pekerja informal.
“Pertumbuhan ekonomi Kendal memang sangat baik, tetapi tantangannya adalah bagaimana manfaat pembangunan ini bisa dirasakan lebih merata oleh masyarakat, terutama warga desa yang belum sepenuhnya terserap sektor industri,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Kendal banyak ditopang sektor industri yang berkembang pesat seiring masuknya investasi dan berkembangnya kawasan industri. Di sisi lain, sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat desa masih tumbuh lebih lambat.
Karena itu, program padat karya dinilai menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Selain membuka lapangan kerja sementara bagi warga, program ini juga mendukung pembangunan infrastruktur desa yang lebih bermanfaat.
“Melalui program padat karya, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pembangunan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perlindungan sosial bagi pekerja formal maupun informal.
Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Nurul menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko kerja dan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk pekerja informal.
“Pekerja mandiri seperti petani, nelayan, pedagang, hingga tukang ojek juga bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Iurannya terjangkau, tetapi manfaat perlindungannya sangat penting untuk mengurangi risiko saat bekerja,” ujar Nurul.
Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memiliki perlindungan kerja, terutama di tengah tingginya aktivitas ekonomi dan mobilitas pekerja di Kabupaten Kendal.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi









