BATANG, Wawasannews — Ratusan santri di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kembali ke pondok pesantren dengan penuh semangat usai mengikuti kegiatan Pelepasan Santri dan Doa Bersama yang digelar di Masjid Besar Baitul Muttaqin, Minggu (29/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Santri Bawang dalam wadah Nahdhotussyuban tersebut diikuti sekitar 240 santri putra dan putri dari berbagai desa di Kecamatan Bawang. Turut hadir sekitar 15 kiai pengasuh pondok pesantren dan para masyayikh yang memberikan doa dan restu bagi para santri.
Momentum ini menjadi penguatan spiritual bagi para santri setelah menjalani libur Hari Raya Idulfitri. Dengan doa bersama, para santri diharapkan kembali ke pesantren dengan niat yang lurus serta semangat baru dalam menuntut ilmu.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan rebana yang menghadirkan nuansa religius. Selanjutnya, pembacaan Sholawat Munjiyat dipimpin oleh KH Masturi Ahmad, pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Bawang.
Ketua Komunitas Santri Bawang, Gus M. Ainun Najib, dalam sambutannya mengajak para santri untuk menjaga istiqamah serta memperkuat komitmen dalam belajar. Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi energi positif untuk melanjutkan perjalanan menuntut ilmu di pesantren.
Sementara itu, Ketua Tanfidziah MWCNU Kecamatan Bawang, K. Abdul Kharis Chamdan, menekankan pentingnya meluruskan niat. Ia mengingatkan bahwa menuntut ilmu harus diniatkan sebagai ibadah di jalan Allah atau tholabul ilmi fi sabilillah.
Puncak kegiatan ditandai dengan doa bersama yang dipimpin para kiai dan masyayikh. Doa tersebut menjadi simbol harapan agar para santri diberikan kemudahan, keberkahan, dan keselamatan dalam proses belajar di pesantren.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi musafahah, di mana para santri bersalaman dengan para kiai sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon doa restu.
Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini memperkuat ikatan spiritual antara santri dan ulama, sekaligus menanamkan kembali nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu agama.
Pewarta : Ahmad Zida/Fuad
Editor : Riyadi









