KENDAL, Wawasannews.com – Puluhan santri yang tergabung dalam Ikatan Santri Amtsilati Kendal (Iksantrik) mengikuti kegiatan MABAR ATI (Mudik Akbar Santri Amtsilati episode Ramadan 1447 H) pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Stadion Kebondalem Kendal dengan antusiasme tinggi dari para santri.
Kegiatan yang digagas oleh panitia rombongan Iksantrik Kendal ini tidak sekadar menjadi agenda kepulangan santri, tetapi juga dimaknai sebagai gerakan kolektif yang aman, hemat, serta sarat nilai dakwah. Sejak awal keberangkatan, suasana kebersamaan tampak kuat, dengan para santri membawa semangat baru untuk kembali melanjutkan perjuangan menuntut ilmu di pesantren.
Ketua Panitia MABAR ATI, M. Syafiq Manarul Kamal, menegaskan bahwa momentum ini bukanlah perpisahan, melainkan bagian dari perjalanan panjang seorang santri dalam mencari ilmu. Menurutnya, kepulangan ini menjadi titik awal untuk melanjutkan perjuangan yang lebih besar.
“Ini bukan perpisahan antara kita dan keluarga, tetapi momentum lanjutan perjuangan untuk menuntut ilmu agar kelak bisa membahagiakan orang tua, saudara, dan juga berkontribusi bagi nusa dan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membawa semangat pengabdian sesuai dengan slogan kepulangan tahun ini. Para santri diharapkan mampu mewujudkan cita-cita besar pesantren Amtsilati untuk “mendunia”, sekaligus menjadikan momentum ini sebagai awal kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Syafiq menyampaikan apresiasi kepada para wali santri yang telah memberikan kepercayaan kepada panitia dalam mengawal kegiatan tersebut. Dukungan orang tua, menurutnya, menjadi faktor penting dalam kelancaran dan keberhasilan kegiatan.
“Sudah saatnya kita sebagai santri bisa dalam semua bidang, atau yang biasa kami sebut ‘wes wayahe santri’. Kami ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga mampu di berbagai bidang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Iksantrik Kendal Putra, Akmalul Fikri, mengingatkan para santri untuk senantiasa menjaga niat dan semangat dalam menuntut ilmu. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mencapai target belajar selama di pesantren.
“Jangan lupa untuk menata niat, kembali kuatkan tekad, kejar target, dan selalu semangat,” pesannya.
Akmalul juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme santri dalam mengikuti rombongan kembali ke pondok. Hal tersebut menjadi indikator bahwa semangat belajar para santri tetap terjaga dengan baik.
Melalui kegiatan MABAR ATI ini, para santri diharapkan tidak hanya kembali ke pondok secara fisik, tetapi juga membawa semangat baru dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi cerminan bahwa tradisi mudik santri dapat dikemas menjadi gerakan positif yang penuh makna serta nilai edukatif.
Pewarta : Aulia Rizqi/fuad
Editor : Riyadi









