KENDAL, Wawasannews.com – Hari Buku Nasional dimaknai Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kendal sebagai pengingat penting bagi generasi muda untuk kembali dekat dengan budaya membaca.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kebiasaan membaca buku dinilai mulai menghadapi tantangan. Gawai dan media sosial membuat pelajar lebih akrab dengan informasi singkat, cepat, dan instan.
Padahal, buku masih menjadi salah satu sumber utama untuk membangun wawasan, memperkuat daya pikir, serta membentuk karakter pelajar.
Sekretaris IPNU Kendal, M. Yulian Nur Ichsan, mengatakan budaya membaca memiliki hubungan erat dengan nilai dasar IPNU yang terangkum dalam trilogi belajar, berjuang, dan bertakwa.
Menurutnya, makna belajar dalam IPNU tidak terbatas pada kegiatan formal di ruang kelas.
Belajar juga berarti proses memperluas pengetahuan, memperkaya perspektif, dan meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.
“Belajar dalam konteks IPNU bukan hanya soal sekolah atau mengejar nilai. Lebih dari itu, pelajar harus terus membuka wawasan dan membangun pola pikir yang baik. Salah satunya lewat membaca,” ujarnya.
Ia menilai buku tetap relevan di tengah perkembangan zaman karena memberikan ruang bagi pembaca untuk memahami persoalan secara lebih mendalam.
Berbeda dengan arus informasi media sosial yang serba cepat, buku justru melatih seseorang berpikir runtut dan kritis.
Menurut Yulian, tantangan terbesar pelajar saat ini bukan hanya mencari informasi, tetapi memilah mana informasi yang benar, relevan, dan bermanfaat.
Karena itu, budaya membaca perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu memahami dan menganalisisnya.
“Informasi sekarang datang sangat cepat. Tapi membaca buku mengajarkan kita berpikir lebih dalam, lebih tenang, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar,” katanya.
Ia menambahkan, kebiasaan membaca juga berpengaruh terhadap kualitas komunikasi dan gagasan seorang pelajar.
Pelajar yang terbiasa membaca umumnya memiliki referensi lebih luas, kemampuan analisis lebih baik, dan lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun organisasi.
Melalui peringatan Hari Buku Nasional, IPNU Kendal mengajak pelajar untuk mulai membangun kebiasaan membaca secara konsisten, meski dari langkah sederhana.
Tidak harus langsung membaca buku dalam jumlah banyak, tetapi dimulai dari rutinitas kecil yang dilakukan setiap hari.
“Harapannya kader IPNU dan pelajar di Kendal semakin akrab dengan buku. Dari membaca lahir ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk masyarakat,” pungkasnya.
Hari Buku Nasional diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi pengingat agar budaya literasi tetap tumbuh di kalangan pelajar dan generasi muda.
Pewarta : Fuad
Editor : Riyadi









