SEMARANG, Wawasannews.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap tradisi mudik Lebaran tidak hanya menjadi momen silaturahmi bagi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong perputaran uang dan pertumbuhan perekonomian di daerah.
Di kutip dari antaranewsjateng, Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk menyambut kedatangan para pemudik, mulai dari kesiapan infrastruktur, hotel, hingga pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sejumlah titik strategis serta wilayah tujuan mudik.
“Kami sudah menyiapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan UMKM di tempat-tempat strategis dan kampung-kampung tujuan mudik,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangannya di Semarang, Senin.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah tujuan mudik terbesar di Indonesia. Selain itu, wilayah ini juga menjadi jalur perlintasan utama bagi pemudik dari Jabodetabek dan Jawa Barat menuju Jawa Timur maupun sebaliknya.
Oleh karena itu, momentum mudik diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah masing-masing.
“Momentum mudik ini harus bisa ditangkap sebagai peluang untuk menumbuhkan perekonomian daerah. Kebutuhan pemudik bisa terlayani, sekaligus mereka dapat berbelanja di UMKM yang ada di Jawa Tengah,” jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah juga telah melepas belasan ribu peserta program Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota hingga tingkat desa untuk memastikan kesiapan dalam menyambut kedatangan para pemudik.
Selain menjadi tujuan mudik, Jawa Tengah juga kerap menjadi titik istirahat bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh. Karena itu, Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas istirahat yang tersedia, mulai dari rest area hingga hotel dan penginapan di sepanjang jalur mudik.
“Silakan beristirahat dan bermalam di penginapan yang ada di Jawa Tengah agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” katanya.
Pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, diperkirakan sekitar 17 juta orang akan masuk dan melintas di wilayah Jawa Tengah, baik yang memiliki tujuan akhir di provinsi tersebut maupun hanya sekadar melintas menuju daerah lain.
Sebagai upaya mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 pemerintah kabupaten/kota, BUMD, serta sejumlah instansi telah menyiapkan total 348 armada bus dalam program mudik gratis.
Rinciannya, sebanyak 325 unit bus diberangkatkan dari Jakarta dengan total 16.186 pemudik, serta 23 unit bus dari Bandung dengan jumlah pemudik mencapai 1.133 orang.
Selain melalui jalur darat menggunakan bus, program mudik gratis juga akan dilaksanakan melalui moda transportasi kereta api. Rencananya, pelepasan pemudik menggunakan kereta api akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (17/3/2026) dengan jumlah peserta sekitar 1.288 orang. (Red)











