BRANGSONG, Wawasannews.com — Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Brangsong menggelar pelantikan bersama sepuluh Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor se-Kecamatan Brangsong, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan berlangsung di halaman Gedung MWC NU Brangsong.
Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, serta pengabdian GP Ansor kepada masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan dihadiri jajaran PC GP Ansor Kabupaten Kendal, perwakilan PAC GP Ansor Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan, pengurus MWC NU Brangsong beserta badan otonom (Banom) NU, serta anggota Ansor dan Banser dari seluruh wilayah Kecamatan Brangsong.
Sepuluh Pimpinan Ranting yang dilantik berasal dari Desa Brangsong, Sumur, Penjalin, Tunggulsari, Blorok, Kertomulyo, Sidorejo, Tosari, Kebonadem, dan Turunrejo.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan tahlil yang dipimpin Ky. Ahmad Taufiq. Selanjutnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathan, Mars Ansor, dan Mars Banser.
Memasuki acara inti, dilaksanakan prosesi pelantikan sepuluh Pimpinan Ranting GP Ansor. Pengambilan ikrar dan pelantikan dipimpin Sahabat Fajar. Seluruh pengurus mengikuti prosesi dengan khidmat sebagai bentuk kesanggupan menerima amanah dan menjalankan tanggung jawab organisasi.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua MWC NU Brangsong serta sambutan dan pembinaan dari PC GP Ansor Kabupaten Kendal.
Dalam sambutannya, Ketua MWC NU Brangsong menyampaikan tiga pesan kepada seluruh kader Ansor. Pesan tersebut meliputi menjaga soliditas dan kekompakan organisasi, memperkuat kaderisasi dan militansi, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kekuatan Ansor terletak pada kebersamaan dan kesediaan seluruh kader untuk berjalan dalam satu barisan. Ansor juga diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda NU yang memiliki karakter, loyalitas, dan semangat meneruskan perjuangan para ulama.
Selain aktif dalam kegiatan internal, kader Ansor diharapkan hadir memberikan manfaat melalui kegiatan sosial, keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
Ia menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal tanggung jawab untuk menjalankan amanah organisasi. Seluruh pengurus diharapkan segera bergerak dan menghidupkan kegiatan Ansor di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, KH. Ibnu Mundzir, dalam sambutan dan pembinaannya menekankan pentingnya kesungguhan berorganisasi serta menjaga nilai-nilai perjuangan GP Ansor.
Menurutnya, Pimpinan Ranting merupakan ujung tombak organisasi karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengurus perlu membangun komunikasi, menjaga kekompakan, dan menggerakkan kader di tingkat desa.
Ia berharap Ansor menjadi wadah pengabdian generasi muda Nahdlatul Ulama yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pengurus yang baru dilantik diharapkan segera menjalankan amanah, menyusun program kerja, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Panitia pelaksana, Kang Hasan, mengatakan pelantikan bersama sepuluh ranting tersebut merupakan upaya menyatukan langkah dan memperkuat konsolidasi GP Ansor di Kecamatan Brangsong.
Menurutnya, pelantikan bersama menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi antarpengurus, serta memperkuat kebersamaan antara Ansor dan Banser.
“Harapan kami, setelah pelantikan ini seluruh pengurus ranting semakin aktif dan solid. Jangan sampai organisasi hanya terlihat ketika ada kegiatan seremonial. Justru setelah dilantik, tanggung jawab yang sesungguhnya dimulai, yakni menghidupkan organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Kang Hasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran MWC NU Brangsong, PC GP Ansor Kendal, PAC Ansor Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan, serta seluruh kader Ansor dan Banser yang mendukung kegiatan tersebut.
Pelantikan bersama ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 di lingkungan MWC NU Brangsong. Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan santri dapat dilanjutkan melalui penguatan organisasi, pengabdian, dan kontribusi generasi muda.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ky. Muhaimin Anwar.
Dengan dilantiknya sepuluh Pimpinan Ranting GP Ansor tersebut, roda organisasi di tingkat desa diharapkan semakin aktif dan solid. Para pengurus juga diharapkan berperan dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, merawat persatuan bangsa, serta melanjutkan khidmah Nahdlatul Ulama.
Pewarta : Zidnal
Editor : Riyadi






