SEMARANG, Wawasannews.com — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Jawa Tengah menyatakan sikap bulat untuk berdiri bersama Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah dalam mengawal dan menentukan arah strategis organisasi menjelang Kongres IPNU mendatang. Kesepakatan itu ditegaskan dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IPNU Jawa Tengah yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Kota Semarang, Jumat–Sabtu (30–31/10/2026).
Rapimwil tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus tingkat cabang untuk menyatukan visi, memperkuat konsolidasi, dan menyusun langkah strategis menjelang permusyawaratan tertinggi IPNU di tingkat nasional. PW IPNU Jawa Tengah juga menilai kepercayaan Pimpinan Pusat kepada Jawa Tengah untuk turut mengawal pelaksanaan Kongres PP IPNU sebagai amanah yang harus disambut dengan kesiapan matang.
Dalam forum tersebut, seluruh ketua PC IPNU se-Jawa Tengah menyuarakan pentingnya menjaga kesolidan barisan. Para pimpinan cabang menegaskan bahwa setiap langkah, kebijakan, dan ijtihad politik organisasi yang diambil PW IPNU Jawa Tengah harus dapat dipahami dan didukung oleh seluruh struktur di bawahnya. Dukungan itu dinilai sebagai wujud tanggung jawab keorganisasian, bukan sekadar formalitas menjelang kongres.
Sikap kolektif para PC IPNU menegaskan bahwa tidak ada sekat maupun perbedaan langkah antara tingkat wilayah dan cabang. Kesamaan frekuensi antara PW IPNU Jawa Tengah dan seluruh PC IPNU dipandang sebagai fondasi kokoh untuk menghadirkan Jawa Tengah sebagai satu kekuatan utuh dalam satu komando dan prinsip perjuangan yang tidak terpisahkan.
Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Rekan Muhammad Irfan Khamid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh ketua PC IPNU se-Jawa Tengah yang menunjukkan sikap konsolidatif dan kebersamaan dalam forum Rapimwil. Menurutnya, kekuatan IPNU Jawa Tengah tidak hanya ditentukan oleh pengurus wilayah, melainkan juga oleh kesatuan sikap seluruh cabang.
“Kami menyambut baik komitmen seluruh ketua PC IPNU se-Jawa Tengah untuk berdiri bersama PW IPNU Jawa Tengah. Inilah wujud kebersamaan yang kami butuhkan menjelang Kongres IPNU. Jawa Tengah harus hadir sebagai satu kekuatan, dengan satu arah, satu semangat, dan satu tujuan untuk kemajuan IPNU,” ujar Rekan Irfan Khamid.
Irfan menegaskan bahwa PW IPNU Jawa Tengah akan terus membuka ruang musyawarah bagi seluruh cabang. Baginya, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan organisasi, tetapi perbedaan tersebut harus diselesaikan melalui musyawarah, kekeluargaan, dan kepentingan bersama.
“IPNU adalah organisasi perjuangan yang besar. Karena itu, kita tidak boleh membiarkan perbedaan menjadi pemecah. Semua masukan dari PC akan kami dengar dan kami pertimbangkan secara matang. Yang utama adalah bagaimana kita menjaga keutuhan organisasi dan memastikan IPNU semakin kuat di masa depan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah ketua PC IPNU menyampaikan penilaian bahwa kepemimpinan Rekan Irfan Khamid telah mampu menghadirkan arah gerak yang jelas bagi IPNU Jawa Tengah. Kehadirannya dinilai mampu merangkul seluruh elemen cabang, memperkuat koordinasi, serta menjaga kekompakan wilayah dalam menghadapi dinamika organisasi menjelang Kongres.
Para pimpinan cabang juga menilai bahwa pengalaman dan kapasitas kepemimpinan yang telah dibangun di tingkat wilayah merupakan modal berharga bagi IPNU. Tidak sedikit di antara mereka yang berpendapat bahwa Jawa Tengah perlu terus hadir secara aktif dalam menentukan arah perjuangan IPNU di tingkat nasional, terlebih ketika Kongres akan digelar di Jawa Tengah.
Lebih lanjut, Irfan mengajak seluruh kader IPNU di Jawa Tengah untuk tidak terjebak pada dinamika politik sesaat. Ia menekankan bahwa momentum menjelang Kongres harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, memperbaiki kualitas kader, serta memperjelas arah perjuangan organisasi.
“Kongres bukan hanya soal pergantian kepengurusan, tetapi juga soal menentukan arah perjuangan IPNU ke depan. Karena itu, kami mengajak seluruh kader untuk berpikir jauh, menjaga kekompakan, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, para ketua PC IPNU juga menyampaikan sejumlah gagasan dan rekomendasi sebagai bahan penguatan organisasi. Beberapa hal yang menjadi sorotan antara lain penguatan kaderisasi, penguatan koordinasi antar-pimpinan cabang, serta perlunya komunikasi yang lebih intensif antara PW dan PC dalam mengambil keputusan strategis.
Para pimpinan cabang menilai bahwa komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan akan memperkuat kepercayaan antara PW IPNU Jawa Tengah dengan seluruh PC IPNU. Dengan demikian, setiap kebijakan wilayah dapat dijalankan secara efektif hingga ke tingkat cabang, ranting, dan komisariat.
Sebagai penutup, seluruh peserta Rapimwil menyepakati untuk terus menjaga keutuhan dan kekompakan IPNU Jawa Tengah. Komitmen bersama itu ditegaskan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keorganisasian untuk memastikan Jawa Tengah hadir secara solid, berdaulat dalam sikap, dan berkontribusi aktif dalam menentukan arah perjuangan IPNU pada Kongres mendatang.





