BPBD Kendal Minta Warga Antisipasi Kekeringan Meski Masih Pancaroba

- Pewarta

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi seorang nenek sedang mengambil air dari sumur di tengah kondisi tanah yang mulai mengering, sebagai dampak musim kemarau yang mulai terasa. Wawasannews.com

Foto ilustrasi seorang nenek sedang mengambil air dari sumur di tengah kondisi tanah yang mulai mengering, sebagai dampak musim kemarau yang mulai terasa. Wawasannews.com

KENDAL, Wawasannews.com – Meski musim kemarau belum sepenuhnya tiba, masyarakat Kabupaten Kendal mulai diimbau untuk bersiap menghadapi potensi kekeringan dengan menyiapkan cadangan air sejak dini. Langkah ini dinilai penting mengingat kemarau tahun 2026 diprediksi berlangsung lebih ekstrem.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Mei dan mencapai puncaknya sekitar Agustus. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, wilayah dataran tinggi seperti Patean dan Ringinarum menjadi daerah yang paling rawan terdampak kekeringan.

Ia menjelaskan, kondisi kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan kering akibat pengaruh fenomena El Nino yang cukup kuat. Dampaknya, suhu udara meningkat dan curah hujan menurun signifikan.

“Dampaknya bisa menyebabkan musim kemarau yang lebih panas, lebih panjang, dan lebih kering dibandingkan biasanya,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kendal telah menyiapkan sekitar 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing hingga 5.000 liter. Selain itu, disiapkan pula armada distribusi berupa tiga unit truk tangki untuk membantu penyaluran air ke wilayah terdampak.

Saat ini, lanjutnya, kondisi cuaca di Kendal masih berada pada fase pancaroba, yang ditandai dengan cuaca panas pada siang hari dan hujan pada sore atau malam. Fase ini diperkirakan berlangsung hingga akhir April sebelum memasuki musim kemarau.

Dalam kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan sisa hujan dengan menampung air sebagai cadangan. Upaya sederhana ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih tenang dan risiko krisis air dapat diminimalkan.

Pewarta : Zidnal

Editor : Riyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan
Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi
Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan
Gagal Mendahului Truk, Pemotor Terjatuh dan Tewas
1,5 Tahun Memimpin Kendal, Bupati Tika Rotasi 17 Kepala OPD, Ini Daftarnya
Usai Hadiri Muktamar NU, Ketua PKB Pati Gus Rijal Meninggal Dunia di Jombang
OPD Mangkir Rapat Paripurna, Bupati Kendal: Saya Jewer dan Langsung Lapor Sekda
Sudah Dipasang Rambu Larangan, 7 Truk yang Nekat Parkir di Pantura Batas Kendal-Semarang Ditilang

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:10

Sekretaris DPC PKB Beri Mobil Siaga untuk Warga Dapil 4 Kendal, Bisa Dipakai untuk Sosial dan Kesehatan

Kamis, 3 September 2026 - 16:55

Penyegaran Organisasi, 3 Kasat dan 1 Kabagren Polres Kendal Dimutasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49

Atasi Kendala Pipa Air, Polres Kendal Bangun Instalasi Sumur Bor di Kaliwungu Selatan

Kamis, 3 September 2026 - 12:39

Gagal Mendahului Truk, Pemotor Terjatuh dan Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 09:51

1,5 Tahun Memimpin Kendal, Bupati Tika Rotasi 17 Kepala OPD, Ini Daftarnya

Berita Terbaru

Secret Link