Ukraina Tegaskan Ingin Perdamaian Nyata, Bukan Pemenuhan Kepentingan Agresor

- Pewarta

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (Istimewa/Wawasannews)

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (Istimewa/Wawasannews)

Vienna, Wawasannews.com – Ukraina menegaskan bahwa mereka menginginkan “perdamaian yang nyata, bukan pemuasan agresor” dalam perang melawan Rusia. Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dalam pertemuan tahunan Dewan Menteri Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE).

Sybiha mengingatkan negara-negara anggota agar tidak mengulangi kesalahan sejarah yang berujung pada penguatan agresor.

Ia menyinggung Perjanjian Munich 1938 sebagai contoh kegagalan dunia menghadapi kekuatan agresif, dan menegaskan bahwa kompromi yang mengorbankan negara lain bukanlah jalan menuju perdamaian.

Tolak Perdamaian yang Mengorbankan Masa Depan Ukraina

Dalam pidatonya, Sybiha menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip hukum internasional. Ia menegaskan, Ukraina tidak akan menerima bentuk kesepakatan damai apa pun yang mengorbankan kedaulatan maupun masa depan bangsanya.

Sybiha juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat atas dukungan dan upaya diplomatik yang terus dilakukan untuk mencari jalan keluar konflik.

Menurut dia, Ukraina akan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk mengakhiri perang, selama proses tersebut tidak menjadikan Ukraina sebagai pihak yang dikorbankan.

Zelensky Siapkan Pertemuan di AS, Dialog dengan Utusan Trump Berlanjut

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky disebut tengah mempersiapkan serangkaian pertemuan di Amerika Serikat. Di sana, tim Ukraina akan terus berdialog dengan para utusan Presiden Donald Trump guna mencari format dukungan dan skema penyelesaian konflik.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa pembicaraan antara Amerika Serikat dan Rusia berjalan “cukup baik”, namun arah dan bentuk konkret perundingan damai belum sepenuhnya jelas.

Di tengah dinamika tersebut, perhatian publik kembali tertuju pada OSCE, organisasi yang beranggotakan 57 negara di kawasan Eropa, Asia Tengah, dan Amerika Utara.

Peran OSCE Dipertanyakan, Ukraina Dorong Dukungan Lebih Kuat

OSCE yang dulu berperan sebagai salah satu forum dialog penting pada era Perang Dingin, dalam beberapa tahun terakhir kerap dinilai jalan di tempat. Sejumlah keputusan penting mandek karena Rusia memblokir banyak agenda.

Kebuntuan itu membuat efektivitas OSCE kembali dipertanyakan, terutama dalam merespons agresi dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara anggota.

Di tengah tekanan dan perbedaan sikap di internal OSCE, Ukraina terus mendorong dukungan internasional agar proses menuju perdamaian tidak mengulang kesalahan sejarah.

Kiev menegaskan, perdamaian yang diinginkan bukan sekadar penghentian tembakan, melainkan penyelesaian yang adil dan menjamin masa depan Ukraina sebagai negara berdaulat. (ucl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik
Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun
Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen
DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah
DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi
Satgas MBLB Kendal Hentikan Sementara Pengurukan Lahan di Arteri Kaliwungu, Utamakan Keselamatan dan Kepatuhan Perizinan
Gaji Ke-13 ASN Kendal Segera Cair, Pemkab Pastikan PNS dan PPPK Terima Pekan Ini
Polres Kendal Jemput Bola Cari Penderita TB Paru, Tracing Dilakukan dari Rumah ke Rumah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:30

PMII Cabang Semarang Gelar “Sekolah Riset” Bersama BRIDA Kota Semarang, Perkuat Tradisi Intelektual dan Kolaborasi Akademik

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:01

Hamili Penyandang Disabilitas, Oknum Perangkat Desa di Patean Divonis 12 Tahun

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:00

Petani di Kendal Gotong Royong Kendalikan Hama Tikus Jelang Panen

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:30

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:57

DPRD Kendal Dorong Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Cegah Kebakaran Melalui Sosialisasi

Berita Terbaru

Jawa Tengah

DPRD Kendal Dorong Gen Z Tampil sebagai Motor Inovasi Daerah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:30