JAKARTA, Wawasannews – Kontribusi BPR Bank Nusamba Jatengdiy dalam memperluas akses layanan keuangan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendapat apresiasi dari International Labour Organization (ILO).
Direktur Utama BPR Bank Nusamba Jatengdiy, Bambang Susanto, menerima apresiasi tersebut dalam acara Celebrating Achievements, Strengthening Partnerships & Welcoming the Next Chapter di Hotel Pullman Jakarta, 13 Oktober 2026.
Apresiasi ini diberikan atas peran BPR Bank Nusamba Jatengdiy dalam mendukung program Promoting SME Enterprises through Improved Entrepreneurs’ Access to Financial Services (Promise 2 Impact). Program tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM melalui kolaborasi antara lembaga keuangan dan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan yang diselenggarakan ILO itu menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat kemitraan dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin mudah memperoleh layanan keuangan untuk mengembangkan usahanya.
Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin C. Singh, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan Promise 2 Impact. Menurutnya, kerja sama yang terbangun telah memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperluas akses terhadap layanan keuangan.
“Saya menyukai program ini karena telah memberikan banyak manfaat. Saya berterima kasih atas jerih payah dan usaha dari seluruh pihak yang hadir. Saya yakin dan percaya bahwa program ini ke depan akan menjadi lebih sukses,” ungkap Simrin.
Acara tersebut turut dihadiri Duta Besar Swiss untuk Indonesia, H.E. Konstantin Obolensky, serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Maman Abdurrahman.
Dalam sambutannya, Maman menyoroti besarnya jumlah pelaku UMKM di Indonesia yang mencapai sekitar 57 juta unit usaha. Besarnya skala tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan dan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha.
Karena itu, menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, organisasi internasional, dan mitra lainnya diperlukan agar dukungan terhadap UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Maman juga berharap program serupa dapat melibatkan lebih banyak pihak yang berkomitmen mendukung penguatan ekosistem UMKM di Indonesia.
Bagi BPR Bank Nusamba Jatengdiy, apresiasi tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendukung perkembangan usaha masyarakat. Dukungan pembiayaan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya membantu UMKM mengembangkan kapasitas usaha dan meningkatkan daya saing.
Penghargaan dalam program Promise 2 Impact sekaligus menandai pentingnya kemitraan lintas sektor dalam memperluas inklusi keuangan. Ke depan, kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi UMKM untuk mengakses layanan keuangan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.






