Anak Pesisir Utara sampai di Ibu Kota

- Pewarta

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Wawasannews.com – Lahir di pesisir utara Jawa, tepatnya di Demak pada 03 September 2000, Muhammad Najwa Sidqi tumbuh dalam lingkungan sederhana yang membentuk karakter tangguh dan peka terhadap persoalan rakyat kecil. Sejak kecil, Najwa telah akrab dengan kehidupan laut dan pertanian. Orang tuanya berprofesi sebagai guru dan pelaut, dua pekerjaan yang menggambarkan denyut nadi masyarakat pesisir. Dari sanalah ia belajar tentang kerja keras, kemandirian, dan arti bertahan hidup di tengah ketidakpastian sosio – ekonomi.

Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Miftahul Falah, kemudian melanjutkan ke MTS Miftahul Falah, dan MA Negeri Demak. Semasa SMA, Najwa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga menorehkan prestasi di bidang olahraga dengan meraih penghargaan sepak takraw tingkat kabupaten melalui kegiatan ekstrakurikuler. Semangat kompetitif dan kedisiplinan yang dibangun dari olahraga itu kemudian terbawa dalam perjalanan hidupnya.

Pada 2018, Najwa diterima di Universitas Negeri Semarang dan menyelesaikan studi pada 2024. Masa kuliah menjadi titik penting dalam pembentukan pemikiran sosial dan politiknya. Ia aktif di berbagai organisasi, mulai dari HIMA EP UNNES 2020, BEM FEB UNNES 2021, BEM KM UNNES 2022, hingga terlibat dalam BEM SI Kerakyatan 2022. Selain itu, ia juga aktif di PMII 2022, Maritim Muda Nusantara Daerah Jawa Tengah 2023, dan Penerus Negeri Jawa Tengah 2024.

Baca Juga  Bimtek SIPADU Titik Kedua, IPNU–IPPNU Jateng Perkuat Data dan Komisariat

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jejak organisasinya sejatinya telah dimulai sejak remaja. Ia pernah terlibat di IPNU Ranting Desa Betahwalang, Karang Taruna Desa Betahwalang, Kelompok Nelayan Desa Betahwalang, hingga menjadi bagian dari OSIS MTS. Pengalaman berorganisasi dari desa hingga tingkat nasional membuat Najwa memahami dinamika kepemimpinan, advokasi, serta pentingnya keberpihakan terhadap masyarakat kecil.

Selain aktif di dunia organisasi, Najwa memiliki hobi mendaki gunung dan membaca buku. Kegiatan pecinta alam yang ia jalani sejak mahasiswa bukan sekadar hobi, melainkan cara membangun kedekatan dengan alam sekaligus merenungi realitas sosial. Baginya, gunung mengajarkan ketahanan dan strategi, sementara buku membuka cakrawala berpikir.

Selepas lulus kuliah, Najwa memilih merantau ke ibu kota. Ia mempertaruhkan masa depan demi kehidupan yang lebih layak dan kesempatan berkontribusi untuk bangsa dan negara, karena terinspirasi oleh Sutan Sjahrir bahwasanya  “ hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan “. Di Jakarta, ia bergerak di bidang sosial-ekonomi dan politik. Pengalaman hidup di pesisir dan interaksi langsung dengan masyarakat bawah membuatnya memiliki gagasan kuat tentang arah ideal Indonesia sebagai negara kepulauan.

Baca Juga  KPK: Yaqut Ditetapkan Tersangka akibat Pembagian Kuota Haji Melanggar Aturan

Dalam perjalanan asamaranya sendiri najwa belum melabuhkan hatinya kepada seseorang perempuan. Jika dia menemukan kartininya , ia akan memperjuangkan dan hidup bersama selamanya.

Menurut Najwa, Indonesia harus memperkuat identitasnya sebagai negara maritim dengan memastikan kebutuhan pokok rakyat terpenuhi secara merata. Ia menekankan bahwa akses kesehatan dan pendidikan bukan sekadar program, melainkan hak dasar warga negara yang wajib dijamin negara. Landasan konstitusionalnya jelas, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28H ayat (1) tentang hak memperoleh pelayanan kesehatan, serta Pasal 31 ayat (1) dan (2) yang menegaskan hak atas pendidikan dan kewajiban negara membiayai pendidikan dasar.

Dalam pandangannya, pembangunan ekonomi tidak boleh meninggalkan masyarakat pesisir dan pedesaan. Negara harus hadir melalui kebijakan yang berpihak, mulai dari penguatan sektor kelautan, perlindungan nelayan, hingga distribusi anggaran pendidikan dan kesehatan yang adil.

Baca Juga  Xabi Alonso Soroti Dinamika Permainan Usai Real Madrid Kalahkan Alavés di La Liga

Dengan latar belakang sederhana, pengalaman organisasi yang panjang, serta gagasan yang berakar dari realitas rakyat kecil, Muhammad Najwa Sidqi hadir sebagai representasi generasi muda pesisir yang membawa harapan perubahan. Perjalanannya dari laut Demak hingga ibu kota menjadi simbol bahwa tekad, pendidikan, dan keberanian bermimpi mampu menembus batas geografis maupun sosial.

Salam,

Tanah Tuhan milik Semesta

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026 Berdasarkan Hisab Global
Sampah Sungai Kendal Jadi Perhatian, Pemkab Percepat Normalisasi dan Edukasi Warga
Satgas Pangan Sidak Pasar Kendal, Harga Cabai Tembus Rp82 Ribu dan Minyakita Dijual Paket
Serap Aspirasi Fatayat Pucakwangi, Ketua DPRD Kendal Komitmen Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan
Deklarasi Komisariat Persiapan PMII STIK Kendal, Perkuat Kaderisasi dan Pergerakan Mahasiswa Islam
Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan
Cegah Banjir, Polres dan Pemkab Kendal Bersihkan Tumpukan Sampah Sungai
Solidaritas Tanpa Batas, Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah Nasional Salurkan bantuan Korban Bencana di Aceh

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:27

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026 Berdasarkan Hisab Global

Selasa, 17 Februari 2026 - 17:03

Sampah Sungai Kendal Jadi Perhatian, Pemkab Percepat Normalisasi dan Edukasi Warga

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:17

Anak Pesisir Utara sampai di Ibu Kota

Senin, 16 Februari 2026 - 19:53

Satgas Pangan Sidak Pasar Kendal, Harga Cabai Tembus Rp82 Ribu dan Minyakita Dijual Paket

Senin, 16 Februari 2026 - 09:09

Serap Aspirasi Fatayat Pucakwangi, Ketua DPRD Kendal Komitmen Dorong Pemberdayaan UMKM Perempuan

Berita Terbaru

Inspirasi

Anak Pesisir Utara sampai di Ibu Kota

Selasa, 17 Feb 2026 - 14:17