KENDAL, Wawasannews.com – Luapan Sungai Blorong kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Kendal setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejak Selasa (10/2/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Akibatnya, ratusan rumah warga di beberapa kecamatan terendam banjir, termasuk fasilitas umum seperti masjid, balai desa, hingga area pasar tradisional. Meski demikian, hingga Rabu pagi, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
Salah satu wilayah terdampak berada di RT 5 RW 2 Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel. Banjir mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 02.00 WIB dan merendam puluhan rumah, Masjid Al Huda, serta kantor balai desa.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Air mulai masuk sekitar jam dua dini hari dan langsung merendam rumah-rumah warga. Masjid dan balai desa juga ikut tergenang,” ujar Rudi Santoso, warga setempat, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, kondisi mulai berangsur membaik setelah air surut secara perlahan pada pagi hari. “Sekitar pukul sembilan pagi, air sudah mulai turun,” imbuhnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, banjir akibat luapan Sungai Blorong melanda sejumlah kecamatan, di antaranya Boja, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Brangsong.
Di Kecamatan Boja, banjir merendam Perumahan Permata Campurejo, Desa Campurejo, dengan 15 kepala keluarga terdampak. Genangan juga terjadi di Perumahan Bancar Cluster, Desa Tampingan, serta Dusun Pilang, Desa Boja. Namun, air relatif cepat surut.
Sementara itu, di Desa Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, sebanyak 25 rumah warga terendam dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter. Kondisi di wilayah ini mulai membaik seiring meredanya hujan.
Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Ngampel. Di Desa Rejosari, sekitar 600 rumah tergenang dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Sedangkan di Desa Ngampel Kulon, sedikitnya 350 rumah terendam dengan ketinggian air hingga satu meter.
Selain itu, banjir juga menggenangi Dusun Sudikampir, Desa Sudipayung, yang mengakibatkan akses antarpermukiman warga sempat terganggu.
Di Kecamatan Brangsong, genangan melanda sejumlah desa, seperti Desa Tunggulsari dan Desa Kertomulyo. Air bahkan meluber hingga ke ruas jalan utama dan jalur alternatif.
Dampak terparah terjadi di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong. Jalan alternatif di depan Pasar Srogo tergenang hampir setinggi pinggang orang dewasa, sehingga menyebabkan banyak kendaraan mogok dan arus lalu lintas tersendat.
“Air mulai masuk sejak waktu subuh ke area pasar, jalan alternatif, dan permukiman warga,” kata Muhammad Akib, warga Desa Sidorejo.
Akibat banjir tersebut, aktivitas jual beli di Pasar Srogo sempat terganggu. Sejumlah pedagang terpaksa memindahkan lapaknya ke lokasi yang lebih aman karena area dalam pasar tergenang air setinggi sekitar 30 sentimeter, sementara akses masuk pasar mencapai 70 sentimeter.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan aparat terkait terus melakukan pemantauan serta upaya penanganan di wilayah terdampak. Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan luapan sungai susulan. (Zdl)








