KENDAL, Wawasannews.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditunjukkan Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal melalui aksi nyata penanaman pohon di kawasan rawan bencana. Melalui Gerakan Ansor Menanam, organisasi kepemudaan tersebut menanam sebanyak 2.000 bibit pohon di Lereng Gunung Prau, Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini digelar sebagai respons atas maraknya bencana banjir dan longsor yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal. Selain penanaman pohon, para peserta juga mengikuti diskusi mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menjaga kawasan hulu.
Sekitar 500 peserta dari berbagai elemen turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kader GP Ansor dan Banser, komunitas pecinta lingkungan, mahasiswa, hingga pelajar yang secara bersama-sama menanam pohon keras penyangga alam.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun jenis tanaman yang ditanam meliputi durian, mahoni, mangga, kelengkeng, trembesi, serta sejumlah pohon keras lainnya yang dinilai mampu memperkuat struktur tanah dan menjaga daya serap air.
Ketua PC GP Ansor Kendal, Ahmad Ali Nurudin, menegaskan bahwa kerusakan kawasan hulu menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir dan longsor di wilayah hilir.
“Jika hulunya rusak, maka wilayah bawah pasti terdampak. Ini bukan semata soal curah hujan, tetapi juga kelalaian dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan menanam pohon merupakan bentuk mitigasi bencana yang paling rasional dan berkelanjutan.
“Dampaknya memang tidak langsung terasa, tetapi ini merupakan investasi keselamatan bagi masa depan Kendal,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatkorcab Banser Kendal, Primardiyanto, menyampaikan bahwa Banser selama ini kerap terlibat langsung dalam penanganan bencana.
“Oleh karena itu, kami memilih terlibat sejak awal untuk mencegah bencana sebelum menimbulkan korban,” katanya.
Gerakan tersebut juga mendapat apresiasi dari Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari. Ia berharap aksi yang diinisiasi GP Ansor dapat menginspirasi organisasi kepemudaan dan komunitas lainnya.
“Bumi ini bukan warisan nenek moyang, melainkan titipan yang harus kita jaga agar generasi mendatang terhindar dari bencana,” tuturnya.
Bupati menegaskan bahwa manfaat penanaman pohon bersifat jangka panjang dan membutuhkan komitmen bersama.
“Hasilnya mungkin baru terasa lima hingga sepuluh tahun ke depan, tetapi anak cucu kita yang akan menikmatinya,” imbuhnya.
Ia juga menilai upaya konservasi lingkungan tidak boleh berhenti di satu lokasi saja.
“Mitigasi bencana harus dilakukan di seluruh wilayah rawan di Kendal, bukan hanya di Gunung Prau,” tegasnya.
Melalui Gerakan Ansor Menanam, GP Ansor dan Banser Kendal menegaskan perannya sebagai kekuatan sosial yang tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga aktif dalam upaya pencegahan dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. ( ucl)








