BNPB Pastikan Pemulihan Berjalan, 528 Warga Mengungsi Pasca Erupsi Semeru di Lumajang

- Pewarta

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga menggali material erupsi Gunung Semeru untuk mencari barang miliknya di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. (Istimewa/Wawasannews)

Warga menggali material erupsi Gunung Semeru untuk mencari barang miliknya di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. (Istimewa/Wawasannews)

LUMAJANG, Wawasannews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Meski erupsi yang terjadi beberapa hari lalu sempat mengguncang aktivitas warga, penanganan cepat pemerintah membuat kondisi berangsur tertata dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tiga warga mengalami luka berat dan saat ini mendapat perawatan intensif di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Ia menegaskan seluruh kebutuhan medis para korban telah ditangani oleh tim kesehatan yang berjaga.

Dari sektor pertanian, sekitar 204,63 hektare lahan terdampak abu vulkanik. Selain itu, tercatat 21 unit rumah rusak berat, termasuk satu fasilitas pendidikan, satu fasilitas kesehatan, dan satu gardu PLN. Meski demikian, pemulihan awal sudah mulai dilakukan dengan gotong royong warga dan dukungan pemerintah.

Baca Juga  Ketua DPRD Kendal Dukung Rencana Kembalinya Sekolah 6 Hari, Paparkan Tujuh Alasan

Tiga desa tercatat paling terdampak, yakni Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. Dari wilayah tersebut, sebanyak 528 warga mengungsi di dua pos resmi, yaitu SMPN 02 Pronojiwo (307 jiwa) dan SDN 04 Supiturang (221 jiwa).

“Meskipun berada di pengungsian, warga tetap beraktivitas seperti membersihkan rumah dan bekerja. Semangat mereka luar biasa,” ujar Abdul.

BNPB juga memastikan bantuan logistik telah tersalurkan, mencakup 300 matras, 300 terpal, 300 selimut, 200 boks masker medis, 200 paket plastik sampah, 150 paket alat kebersihan, serta bantuan pangan seperti 1.000 makanan siap saji dan 200 paket sembako. Penyerahan dilakukan bersama perwakilan Komisi VIII DPR RI.

Baca Juga  Laka Motor Vs Truk Tronton di Pantura Kendal, Satu Tewas

Upaya mitigasi juga terus dilakukan untuk mencegah masyarakat memasuki area rawan erupsi. Sebelumnya, Badan Geologi ESDM melaporkan erupsi pada 19 November pukul 16.00 WIB, dengan kolom letusan mencapai 2.000 meter dan lontaran awan panas sejauh 7 kilometer dari puncak.

Dengan dukungan berbagai pihak, upaya pemulihan serta perlindungan masyarakat terus diprioritaskan agar aktivitas warga dapat kembali normal secara bertahap. (Ucl)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

KH Yusuf Chudlori Soroti Lemahnya Regulasi Day Care, Minta Evaluasi Total
Direktorat Pesantren Resmi Dibentuk, PKB Jateng: Pengakuan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang
92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia
KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Diduga Berawal dari Kendaraan di Perlintasan
HBP ke-62, Lapas Kendal Perkuat Komitmen Pelayanan dan Pembinaan Warga Binaan
Polres Kendal Perkuat Edukasi, Sekolah Aman Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:26

KH Yusuf Chudlori Soroti Lemahnya Regulasi Day Care, Minta Evaluasi Total

Selasa, 28 April 2026 - 16:23

Direktorat Pesantren Resmi Dibentuk, PKB Jateng: Pengakuan Sejarah Pendidikan Islam Indonesia

Selasa, 28 April 2026 - 12:35

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 - 12:07

92 Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur, 85 Selamat dan 7 Meninggal Dunia

Selasa, 28 April 2026 - 11:54

KIP-K: Bantuan atau Investasi SDM? Refleksi Hardiknas dan Peran Strategis PDKN

Berita Terbaru