Pentas Seni Meriahkan HUT RI di Pageruyung, Masyarakat Antusias Tonton hingga Malam

- Pewarta

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal, WawasanNews – Suasana meriah menyelimuti Lapangan Krajan Jurang, Desa Gebangan, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal, pada Jumat (15/8/2025) malam. Ratusan warga dari desa setempat hingga luar daerah seperti Pekalongan, Semarang, dan Temanggung memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

 

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menampilkan kolaborasi tiga kelompok seni ternama, yakni Wahyu Cipto Budoyo dari Temanggung, Putro Turonggo Hasto, dan Setyo Langgeng Budoyo. Penampilan kuda lumping dan tari tradisional menjadi magnet yang menyedot perhatian penonton dari berbagai kalangan.

Fajar Dwi Nugroho, penggiat seni sekaligus pembawa acara malam itu, menyebut pentas seni seperti ini memiliki peran penting bagi generasi muda.

Baca Juga  Pemprov Jateng Siapkan THR untuk 13 Ribu PPPK Paruh Waktu

“Pentas seni itu penting karena bisa mendorong anak-anak zaman sekarang untuk mengenal dan mencintai budaya leluhur. Sekarang banyak anak yang sibuk dengan dunia digital, tapi lewat acara seperti ini mereka bisa tahu apa itu kuda lumping dan seni tradisi lainnya,” ujarnya.

    Fajar DN dan Rindu Samanta.//Gebyar seni kemerdekaan//WawasanNews/adb

Fajar juga berharap kegiatan ini dapat mendorong kreativitas masyarakat dan memperkuat identitas budaya Jawa Tengah.

“Harapannya, seni ini tetap dikenal, tidak diakui negara lain, dan menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Rindu Samanta, MC sekaligus penggiat seni, mengungkapkan bahwa terjun di dunia kesenian bukan tanpa tantangan.

“Kadang saya dinilai miring saat aktif di kesenian, tapi itu jadi motivasi saya untuk tetap melestarikan budaya Jawa Tengah,” tuturnya.

Acara berlangsung lancar dan kondusif hingga selesai. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan, menjadi bukti antusiasme masyarakat terhadap seni tradisional yang terus dijaga keberadaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Halal Bihalal LARBA ( Lare Batang ), Pererat Silaturahmi Santri dan Alumni Yanbu’ul Huda Kendal*
Mengapa Islamisasi Tertahan di Selat Bali? Mengupas Berlapisnya Benteng Spiritual Pulau Dewata
Pertemuan PDKN dan GP Ansor Bahas Peran Strategis Pemuda dalam Pemetaan Potensi Wilayah
Gudang Produksi Petasan di Sukorejo Kendal Meledak, Satu Pekerja Luka Serius
Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan
Solidaritas Tanpa Batas, Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah Nasional Salurkan bantuan Korban Bencana di Aceh
Luapan Sungai Blorong Rendam Ratusan Rumah di Kendal, Aktivitas Warga Terganggu
Mundur dari PKB, Gus Yusuf Chudlori Kian Menguat di Bursa Ketua Umum PBNU

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 11:01

Halal Bihalal LARBA ( Lare Batang ), Pererat Silaturahmi Santri dan Alumni Yanbu’ul Huda Kendal*

Jumat, 3 April 2026 - 19:42

Mengapa Islamisasi Tertahan di Selat Bali? Mengupas Berlapisnya Benteng Spiritual Pulau Dewata

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:28

Pertemuan PDKN dan GP Ansor Bahas Peran Strategis Pemuda dalam Pemetaan Potensi Wilayah

Kamis, 19 Februari 2026 - 12:13

Gudang Produksi Petasan di Sukorejo Kendal Meledak, Satu Pekerja Luka Serius

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:57

Keadilan Ekologis Dipertaruhkan: Saat Bencana Alam Menghantam Lingkungan dan Melumpuhkan Pendidikan

Berita Terbaru