Rupiah Menguat ke Rp17.696 per Dolar AS, Sentimen Perdamaian Timur Tengah Jadi Penopang

- Pewarta

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsip - Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

Arsip - Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Istimewa/Wawasannews)

JAKARTA, Wawasannews.com – Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan awal pekan, Senin pagi. Mata uang Garuda naik 21 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp17.696 per dolar Amerika Serikat (AS), dari sebelumnya Rp17.717 per dolar AS.

Pergerakan rupiah ini dipengaruhi sentimen global yang mulai membaik. Pasar merespons positif perkembangan terbaru terkait peluang meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah tidak lepas dari harapan tercapainya kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut juga berdampak pada pergerakan harga minyak dunia yang cenderung turun.

Menurut Lukman, penurunan harga minyak memberi ruang tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih stabil terhadap dolar AS.

Dari sisi global, laporan ANTARA menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi adanya kemajuan dalam pembahasan kesepakatan dengan Iran. Kesepakatan itu disebut hampir final setelah melalui serangkaian komunikasi dengan sejumlah pemimpin kawasan.

Negosiasi antara Washington dan Teheran juga masih terus berlangsung. Sejumlah isu yang dibahas di antaranya terkait pembukaan Selat Hormuz, pengawasan program nuklir Iran, hingga rencana pencabutan sanksi ekonomi. (Dilansir dari antaranews)

Sementara itu, dari dalam negeri, sentimen pasar juga ikut memberi dukungan. Pada penutupan akhir pekan lalu, pasar saham tercatat bergerak positif dan menambah optimisme pelaku pasar.

Namun demikian, tekanan terhadap rupiah masih ada. Salah satunya berasal dari data neraca transaksi berjalan yang menunjukkan defisit cukup besar, sehingga menjadi perhatian pelaku pasar dalam negeri.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS, mengikuti perkembangan sentimen global dan data ekonomi domestik dalam beberapa waktu ke depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pabrik Pertama di Indonesia, Investor China Pilih KEK Kendal untuk Bidik Pasar Global
Dirut BPR Bank Nusamba Jatengdiy Raih Apresiasi ILO atas Dukungan kepada UMKM
Pabrik Godrej Resmi Berdiri di KIK Kendal, Bidik Pasar Indonesia hingga Ekspor
Dexa Group Raih IHYA 2026, Lebih dari 1.800 Produk Farmasi Telah Bersertifikat Halal
GoPay luncurkan program GoPay Next sasar generasi muda
KKP Targetkan 15 Ribu Hektare Tambak di Aceh Kembali Beroperasi, Petambak Disiapkan Benih dan Pakan
PDKN Gandeng Kementerian UMKM RI, Siapkan Program Kewirausahaan bagi Mahasiswa dan Alumni KIP Kuliah
DPRD Jateng Minta Perikanan Jadi Prioritas, Nelayan Dinilai Belum Nikmati Besarnya Potensi Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:18

Pabrik Pertama di Indonesia, Investor China Pilih KEK Kendal untuk Bidik Pasar Global

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:19

Dirut BPR Bank Nusamba Jatengdiy Raih Apresiasi ILO atas Dukungan kepada UMKM

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:15

Pabrik Godrej Resmi Berdiri di KIK Kendal, Bidik Pasar Indonesia hingga Ekspor

Sabtu, 26 September 2026 - 09:55

Dexa Group Raih IHYA 2026, Lebih dari 1.800 Produk Farmasi Telah Bersertifikat Halal

Sabtu, 26 September 2026 - 09:39

GoPay luncurkan program GoPay Next sasar generasi muda

Berita Terbaru

Secret Link